<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8049491509343717029</id><updated>2012-02-16T20:54:30.805+07:00</updated><category term='jatuh cinta'/><title type='text'>~'v'~</title><subtitle type='html'>Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://terataisilvi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8049491509343717029/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terataisilvi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>teratai_silvi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00365921315882198305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_BdY63NQsv9c/R52lJq5zKYI/AAAAAAAAAAM/2gpU_GXXu48/S220/Orange+cntk.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8049491509343717029.post-2751827620114193804</id><published>2009-05-28T09:08:00.000+07:00</published><updated>2009-05-28T09:09:14.356+07:00</updated><title type='text'>Tuntutlah Ilmu Sampai ke Negeri China</title><content type='html'>&lt;p style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Setiap orang pasti telah mengetahui perkataan ini.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;اُطْلُبُوْا العِلْمَ وَلَوْ في الصِّينِ&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;&lt;em&gt;“Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri China.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Inilah yang dianggap oleh sebagian orang sebagai hadits Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;. Namun perlu diingat bahwa setiap buah yang akan dipanen tidak semua bisa dimakan, ada yang sudah matang dan keadaannya baik, namun ada pula buah yang dalam keadaan busuk.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Begitu pula halnya dengan hadits. Tidak semua perkataan yang disebut hadits bisa kita katakan bahwa itu adalah perkataan Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;. Boleh jadi yang meriwayatkan hadits tersebut ada yang lemah hafalannya, sering keliru, bahkan mungkin sering berdusta sehingga membuat hadits tersebut tertolak atau tidak bisa digunakan. Itulah yang akan kita kaji pada kesempatan kali ini yaitu meneliti keabsahan hadits di atas sebagaimana penjelasan para ulama pakar hadits. Penjelasan yang akan kami nukil pada posting kali ini adalah penjelasan dari ulama besar Saudi Arabia dan termasuk pakar hadits, yaitu Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz &lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt;. Beliau &lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt; pernah menjabat sebagai Ketua Komisi Tetap Urusan Riset dan Fatwa Kerajaan Arab Saudi. Semoga Allah memberi kemudahan dalam hal ini.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;&lt;strong&gt;Penjelasan Derajat Hadits&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Mayoritas ulama pakar hadits menilai bahwa hadits ini adalah hadits dho’if (lemah) dilihat dari banyak jalan.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Syaikh Isma’il bin Muhammad Al ‘Ajlawaniy &lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt; telah membahas panjang lebar mengenai derajat hadits ini dalam kitabnya ‘Mengungkap kesamaran dan menghilangkan kerancuan terhadap hadits-hadits yang sudah terkenal dan dikatakan sebagai perkataan Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;‘ pada index huruf hamzah dan tho’. Dalam kitab beliau tersebut, beliau mengatakan bahwa hadits ini diriwayatkan oleh Al Baihaqi, Al Khotib Al Baghdadi, Ibnu ‘Abdil Barr, Ad Dailamiy dan selainnya, dari Anas radhiyallahu ‘anhu. Lalu beliau menegaskan lemahnya (dho’ifnya) riwayat ini. Dinukil pula dari Ibnu Hibban –pemilik kitab Shohih-, beliau menyebutkan tentang batilnya hadits ini. Sebagaimana pula hal ini dinukil dari Ibnul Jauziy, beliau memasukkan hadits ini dalam &lt;em&gt;Mawdhu’at&lt;/em&gt; (kumpulan hadits palsu).&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Dinukil dari Al Mizziy bahwa hadits ini memiliki banyak jalan, sehingga bisa naik ke derajat hasan.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Adz Dzahabiy mengumpulkan riwayat hadits ini dari banyak jalan. Beliau mengatakan bahwa sebagian riwayat hadits ini ada yang lemah (wahiyah) dan sebagian lagi dinilai baik (sholih).&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Dengan demikian semakin jelaslah bagi para penuntut ilmu mengenai status hadits ini. Mayoritas ulama menilai hadits ini sebagai hadits dho’if (lemah). Ibnu Hibban menilai hadits ini adalah hadits yang bathil. Sedangkan Ibnul Jauziy menilai bahwa hadits ini adalah hadits maudhu’ (palsu).&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Adapun perkataan Al Mizziy yang mengatakan bahwa hadits ini bisa diangkat hingga derajat hasan karena dilihat dari banyak jalan, pendapat ini tidaklah bagus (kurang tepat). Alasannya, karena banyak jalur dari hadits ini dipenuhi oleh orang-orang pendusta, yang dituduh dusta, suka memalsukan hadits dan semacamnya. Sehingga hadits ini tidak mungkin bisa terangkat sampai derajat hasan.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Adapun Al Hafizh Adz Dzahabiy &lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt; mengatakan bahwa sebagian jalan dari hadits ini ada yang sholih (dinilai baik). Maka kita terlebih dahulu melacak jalur yang dikatakan sholih ini sampai jelas status dari periwayat-periwayat dalam hadits ini. Namun dalam kasus semacam ini, penilaian negatif terhadap hadits ini (jarh) lebih didahulukan daripada penilaian positif (ta’dil) dan penilaian dho’if terhadap hadits lebih harus didahulukan daripada penilaian shohih sampai ada kejelasan shohihnya hadits ini dari sisi sanadnya. Dan syarat hadits dikatakan shohih adalah semua periwayat dalam hadits tersebut adalah adil (baik agamanya), dhobith (kuat hafalannya), sanadnya bersambung, tidak menyelisihi riwayat yang lebih kuat, dan tidak ada illah (cacat). Inilah syarat-syarat yang dijelaskan oleh para ulama dalam kitab-kitab Mustholah Hadits (memahami ilmu hadits).&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;&lt;strong&gt;Seandainya Hadits Ini Shohih&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Seandainya hadits ini shohih, maka ini tidak menunjukkan kemuliaan negeri China dan juga tidak menunjukkan kemuliaan masyarakat &lt;a title="Keabsahan hadits menuntut ilmu ke negeri china" href="http://muslim.or.id/hadits/tuntutlah-ilmu-sampai-ke-negeri-china.html" target="_blank"&gt;China&lt;/a&gt;. Karena maksud dari ‘Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri China’ –seandainya hadits ini shohih- adalah cuma sekedar motivasi untuk menuntut ilmu agama walaupun sangat jauh tempatnya. Karena menuntut ilmu agama sangat urgen sekali. Kebaikan di dunia dan akhirat bisa diperoleh dengan mengilmui agama ini dan mengamalkannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Dan tidak dimaksudkan sama sekali dalam hadits ini mengenai keutamaan negeri China. Namun, karena negeri China adalah negeri yang sangat jauh sekali dari negeri Arab sehingga Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; memisalkan dengan negeri tersebut. Tetapi perlu diingat sekali lagi, ini &lt;strong&gt;jika&lt;/strong&gt; hadits tadi adalah hadits yang shohih. Penjelasan ini kami rasa sudah sangat jelas dan gamblang bagi yang betul-betul merenungkannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;&lt;strong&gt;Wallahu waliyyut taufiq&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Sumber: &lt;em&gt;Majmu’ Fatawa Ibnu Baz&lt;/em&gt;, 22/233-234, Asy Syamilah&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;&lt;strong&gt;Keterangan:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;&lt;li&gt;Hadits shohih adalah hadist yang memenuhi syarat: semua periwayat dalam hadits tersebut adalah adil (baik agamanya), dhobith (kuat hafalannya), sanadnya bersambung, tidak menyelisihi riwayat yang lebih kuat, dan tidak ada illah (cacat).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hadits hasan adalah hadits yang memenuhi syarat shohih di atas, namun ada kekurangan dari sisi dhobith (kuatnya hafalan).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hadits dho’if (lemah) adalah hadits yang tidak memenuhi syarat shohih seperti sanadnya terputus, menyelisihi riwayat yang lebih kuat (lebih shohih) dan memiliki illah (cacat).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Yang selalu mengharapkan ampunan dan rahmat Rabbnya&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8049491509343717029-2751827620114193804?l=terataisilvi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terataisilvi.blogspot.com/feeds/2751827620114193804/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8049491509343717029&amp;postID=2751827620114193804' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8049491509343717029/posts/default/2751827620114193804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8049491509343717029/posts/default/2751827620114193804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terataisilvi.blogspot.com/2009/05/tuntutlah-ilmu-sampai-ke-negeri-china.html' title='Tuntutlah Ilmu Sampai ke Negeri China'/><author><name>teratai_silvi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00365921315882198305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_BdY63NQsv9c/R52lJq5zKYI/AAAAAAAAAAM/2gpU_GXXu48/S220/Orange+cntk.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8049491509343717029.post-3409647635696024020</id><published>2009-05-05T10:01:00.001+07:00</published><updated>2009-05-05T10:08:46.417+07:00</updated><title type='text'>Perkembangan Manusia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BdY63NQsv9c/Sf-tW3hpXgI/AAAAAAAAAB0/54Y6QEtsZr8/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 100px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BdY63NQsv9c/Sf-tW3hpXgI/AAAAAAAAAB0/54Y6QEtsZr8/s320/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332171092203757058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0px 20pt; text-indent: 36pt; text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="AF" style="font-family:Arial;"&gt;Buku berjudul &lt;i&gt;"Perkembangan Manusia"  &lt;/i&gt;yang ditulis Profesor Keith Moore telah diterjemahkan ke dalam delapan bahasa. Buku ini dijadikan referensi penelitian ilmiah, dan dipilih oleh Komite Khusus di Amerika Serikat sebagai buku terbaik yang ditulis oleh satu orang. Kami bertemu dengan penulis buku ini dan menjelaskan kepadanya beberapa ayat al-Quran dan hadis yang berkaitan dengan spesialisnya di bidang embriologi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0px 20pt; text-indent: 36pt; text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="AF" style="font-family:Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0px 20pt; text-indent: 36pt; text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="AF" style="font-family:Arial;"&gt;Profesor Moore meyakinkan keterangan kami, sehingga kami mengajukan pertanyaan sebagai berikut: "Anda menyebutkan di buku Anda bahwa pada abad pertengahan tidak ada kemajuan dalam ilmu pengetahuan dalam bidang embriologi dan hanya sedikit yang tahu pada saat itu. Pada saat yang sama, al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan beliau mengajarkan kepada masyarakat sesuai dengan apa yang Allah turunkan kepadanya. Di dalam al-Quran &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;span  lang="AF" style="font-family:Arial;"&gt;uga menjelaskan gambaran penciptaan manusia secara  detail dan perkembangan ma&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;n&lt;/span&gt;&lt;span  lang="AF" style="font-family:Arial;"&gt;usia pada fase yang berbeda. Anda adalah  seorang ilmuwan yang ternama, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;n&lt;/span&gt;&lt;span  lang="AF" style="font-family:Arial;"&gt;amun, mengapa Anda tidak membela kebenaran dan  menyebutkan kebenaran ini di dalam buku Anda?" Beliau menjawab:  &lt;/span&gt;&lt;span  lang="AF" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span  lang="AF" style="font-family:Arial;"&gt;&lt;i&gt;"Anda memiliki bukti dan saya tidak.  Jadi, mengapa Anda tidak mempresentasikan hal itu kepada  kami?"&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0px 20pt; text-indent: 36pt; text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="AF" style="font-family:Arial;"&gt;Kami melengkapinya dengan bukti dan Profesor Moore ternyata terbukti menjadi seorang ilmuwan yang ternama. Dalam bukunya edisi ketiga, dia membuat beberapa tambahan. Buku ini telah diterjemahkan, sebagaimana yang kami sebutkan sebelumnya ke dalam delapan bahasa, termasuk bahasa Rusia, Cina, Jepang, Jerman, Italia; Portugis, dan Yugoslavia. Buku ini dapat dinikmati karena sudab tersebar ke seluruh dunia dan dibaca beberapa ilmuwan dunia yang terkenal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0px 20pt; text-indent: 36pt; text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="AF" style="font-family:Arial;"&gt;Profesor Moore menyatakan di dalam  bukunya tentang Abad Pertengahan bahwa:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0px 20pt; text-indent: 36pt; text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0px 20pt; text-indent: 36pt; text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="AF" style="font-family:Arial;"&gt; &lt;i&gt;"Perkembangan ilmu pengetahuan berjalan secara lambat dari zaman pertengahan dan ada sedikit perkembangan penyelidikan dalam hal embriologi yang diusahakan selama abad ini sebagaimana yang telah kita ketahui. Hal ini dijelaskan di dalam al-Quran, kitab suci umat Muslim, manusia diciptakan dari sebuah campuran pengeluaran dari laki-laki dan perempuan. Beberapa referensi yang lain menyebutkan bahwa penciptaan manusia itu dari setetes mani (sperma) dan juga diharapkan bahwa hasil dari organisme itu terbentuk dalam janin perempuan seperti sebuah biji enam hari setelah permulaan (blastosit manusia mulai tertanam sekitar enam hari setelah pembuahan).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0px 20pt; text-indent: 36pt; text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0px 20pt; text-indent: 36pt; text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="AF" style="font-family:Arial;"&gt;Al-Quran juga menyebutkan bahwa setetes mani itu berkembang menjadi segumpal darah yang membeku. Penanaman blastosit atau secara spontan gagal/gugur akan menyerupai segumpal darah secara konsep. Embrio juga dikatakan mirip segumpal zat/substansi seperti permen karet atau kayu (sesuatu yang mirip dengan gigi yang menandakan gumpalan zat).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0px 20pt; text-indent: 36pt; text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="AF" style="font-family:Arial;"&gt;Perkembangan embrio menjadi manusia pada hari keempat puluh sampai keempat puluh dua dan tidak lama kemudian fase ini mirip embrio binatang. Pada fase ini, embrio manusia mulai memperoleh sifat-sifat manusia. Al-Quran juga menjelaskan bahwa pertumbuhan embrio mengalami tiga kegelapan, &lt;i&gt;pertama, &lt;/i&gt;dinding perut depan (ibu), &lt;i&gt;kedua,  &lt;/i&gt;dinding uterus, ketiga, membran Amniokhorionik. Ruangan yang tidak mengizinkan memperbincangkan beberapa referensi Yang menarik lainnya yang berkaitan dengan pertum­buhan manusia sebelum dilahirkan yang muncul di dalam al-Quran.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0px 20pt; text-indent: 36pt; text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="AF" style="font-family:Arial;"&gt;Hal ini sesuai dengan apa yang telah ditulis Prof. Moore di dalam bukunya. Segala puji bagi Allah. Dan sekarang telah disebarkan ke seluruh dunia. Kesesuaian antara ilmu pengetahuan dan al-Quran ini menjadikan kewajiban bagi Profesor Moore untuk menjelaskan hal ini di dalam bukunya. Dia menyimpulkan bahwa klasifikasi modern dari fase perkembangan embrio yang telah diterima di seluruh dunia tidaklah mudah atau lengkap. Hal ini tidak menolong pemahaman dari perkembangan fase embrio, sebab fase itu menurut basis angka, yaitu fase &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;span  lang="AF" style="font-family:Arial;"&gt;, fase 2, fase 3, dan seterusnya. Pembagian yang dijelaskan di dalam al-Quran tidak tergan­tung dengan sistem basis angka. Al-Quran mendasarkan pada perbedaan sesuai bentuk yang dilewati embrio agar mudah diidentifikasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0px 20pt; text-indent: 36pt; text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="AF" style="font-family:Arial;"&gt;Al-Quran menjelaskan fase perkembangan janin sebelum kelahiran sebagai berikut: Nutfah yang berarti "tetesan" atau air yang sedikit jumlahnya, &lt;i&gt;alaqah &lt;/i&gt;yang berarti struktur seperti lintah,  &lt;i&gt;mudghah &lt;/i&gt;yang berarti struktur seperti kunyahan, &lt;i&gt;`idhaam &lt;/i&gt;yang  berarti tulang atau kerangka, &lt;i&gt;kisaa ul-idham bil-laham &lt;/i&gt;yang berarti  daging pembungkus tulang atau otot, dan &lt;i&gt;an-nash'a &lt;/i&gt;yang berarti bentuk janin yang jelas. Profesor Moore telah mengetahui bahwa bagian ayat al-Quran ini benar­benar berdasarkan pada fase pertumbuhan janin sebelum masa kelahiran. Dia memberi cacatan bahwa bagian ini menunjukkan penggambaran secara ilmiah yang elegan yang mencakup banyak hal dan praktik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0px 20pt; text-indent: 36pt; text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="AF" style="font-family:Arial;"&gt;Dalam suatu konferensi, Profesor Moore menyatakan sebagai berikut: Embrio berkembang di dalam kandungan ibu atau dilindungi uterus dengan tiga&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span  lang="AF" style="font-family:Arial;"&gt;selubung atau lapisan, sebagaimana yang ditunjukkan dalam kaca mikroskop. (A) Menggambarkan dinding perut depan, (B) Dinding Uterus (C) Membran Amniokhorinik. Sebab fase embrio manusia ini kompleks, memperlihatkan kelanjutan dari proses perubahan selama pertumbuhan, telah diusulkan bahwa sistem klasifikasi baru dapat dikembangkan dengan penggunaan istilah yang tersebut di dalam al-Quran dan Sunnah. Usulan ini sangat sederhana, luas, dan sesuai dengan ilmu pengetahuan tentang embriologi sekarang ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0px 20pt; text-indent: 36pt; text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="AF" style="font-family:Arial;"&gt;Studi al-Quran dan hadis secara intensif empat abad terakhir telah menurunkan sistem klasifikasi embrio manusia yang menakjubkan sejak al-Quran diturunkan pada abad ketujuh. Meskipun Aristoteles, penemu ilmu pengetahuan tentang embriologi, menyadari bahwa pertumbuhan embrio anak ayam pada fase dari penelitiannya terhadap telur ayam pada abad keempat. Dia tidak memberikan penjelasan secara mendetail tentang fase ini. Sejauh yang diketahui dari sejarah embriologi, hanya sedikit yang tahu tentang fase dan klasifikasinya embrio manusia sampai abad kedua puluh. Untuk alasan tersebut, gambaran embrio manusia di dalam al-Quran itu tidak berdasarkan ilmu pengetahuan secara ilmiah pada abad ketujuh. Hanya kesimpulan yang masuk akal bahwa gambaran ini diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span  lang="AF" style="font-family:Arial;"&gt;Beliau tidak dapat mengetahui secara mendetail sebab beliau seorang yang buta huruf, yang sama sekali tidak mengenyam pendidikan ilmiah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0px 20pt; text-indent: 36pt; text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="AF" style="font-family:Arial;"&gt;Kami mengatakan kepada Profesor Moore, “Apa yang Anda katakan adalah benar, tetapi kebenaran itu kurang mutlak dibandingkan dengan bukti yang telah kami tunjukkan kepada Anda dari al-Quran dan sunnah yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan embriologi khususnya. Oleh karena itu, mengapa Anda tidak mengerjakan kebenaran dan sama sekali tidak membawa cabang dari ayat-ayat al-Quran dan hadis yang berhubungan dengan bidang spesialisasi atau keahlian Anda?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0px 20pt; text-indent: 36pt; text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="AF" style="font-family:Arial;"&gt;Profesor Moore mengatakan bahwa dia telah me­masukkan beberapa referensi yang sesuai pada tempat yang cocok dalam sebuah buku khusus ilmiah. Akan tetapi, dia akan mengundang kami untuk membuat beberapa tambahan secara Islami, yang berkaitan dengan ayat-ayat al-Quran dan Hadis Nabi dan menyoroti berbagai macam aspek yang menakjubkan agar dimasukkan pada tempat yang cocok di dalam buku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0px 20pt; text-indent: 36pt; text-align: justify; font-weight: bold; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span  lang="AF" style="font-family:Arial;"&gt;Hal ini telah dikerjakan dan akibatnya Profesor Moore menulis sebuah perkenalan untuk tambahan tentang Islam dan hasilnya dapat Anda lihat dalam buku ini. Setiap halaman berisi fakta tentang ilmu pengetahuan embriologi, kami telah menjelaskan beberapa ayat al­Quran dan hadis yang membuktikan bahwa al-Quran dan sunnah tidak dapat ditiru. Apa yang kami saksikan sekarang Islam menjadi berkembang ke daerah baru yang di dalamnya berisi keadilan dan tidak memihak pikiran orang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8049491509343717029-3409647635696024020?l=terataisilvi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terataisilvi.blogspot.com/feeds/3409647635696024020/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8049491509343717029&amp;postID=3409647635696024020' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8049491509343717029/posts/default/3409647635696024020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8049491509343717029/posts/default/3409647635696024020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terataisilvi.blogspot.com/2009/05/perkembangan-manusia.html' title='Perkembangan Manusia'/><author><name>teratai_silvi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00365921315882198305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_BdY63NQsv9c/R52lJq5zKYI/AAAAAAAAAAM/2gpU_GXXu48/S220/Orange+cntk.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BdY63NQsv9c/Sf-tW3hpXgI/AAAAAAAAAB0/54Y6QEtsZr8/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8049491509343717029.post-3592275792867007893</id><published>2009-05-05T09:54:00.000+07:00</published><updated>2009-05-05T09:56:47.957+07:00</updated><title type='text'>Menjawab Bualan Dengan Kalimat yang Baik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em style="font-family: arial;"&gt;Sebuah Tanggapan untuk Ulil Abshar Abdalla&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah seorang manusia yang telah dipilih oleh Allah untuk menyampaikan dan menjelaskan ayat-ayat-Nya serta menunjukkan kepada jalan yang lurus. &lt;em&gt;Amma ba’du&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Para pembaca yang budiman, semoga Allah menjaga kita dari godaan syaitan dan kerancuan-kerancuan yang ditebarkan oleh antek-anteknya. Sifat rendah hati/tawadhu’ adalah salah satu ciri khas hamba-hamba Allah Yang Maha Pengasih. Sebagaimana yang dijelaskan oleh-Nya dalam ayat-Nya yang mulia,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih adalah orang-orang yang berjalan di atas muka bumi dengan rendah hati dan apabila orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.”&lt;/em&gt; (QS. Al  Furqaan [25]: 63)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di antara sapaan jahil yang baru-baru ini mengusik umat Islam Indonesia adalah tulisan ‘orang yang sedang bingung’ yang diberi judul dengan ‘Doktrin-Doktrin Yang Kurang Perlu dalam Islam’. Dalam suasana ‘kebingungan’ yang masih menyelimuti pikirannya si penulis ingin mengajak umat Islam untuk bersikap arogan dan tinggi hati. Sayangnya dia menamai seruannya ini dengan ‘corak keberagamaan yang rendah hati’.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Aduhai, seandainya orang ini mau menyadari keruwetan akalnya! Orang yang lugu akan mengatakan kelakuannya ini dengan ungkapan, “Bungkusnya bagus, tapi isinya busuk.” Maka orang yang masih menyayangi kesehatan dirinya tentu tidak akan mau memakan isi bungkusan itu. Sebetulnya meladeni bualan semacam ini bukanlah sesuatu yang sukar. Kalau kita cermati ucapan-ucapannya maka akan tampak kontradiksi yang sangat jelas. Lihatlah betapa jujurnya orang ini ketika dia mengatakan bahwa dia ingin membuang ajaran agama Islam!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Saksikanlah pengakuannya atas kejahatan yang dilakukannya sendiri, “Saya hanya ingin menganjurkan suatu corak keberagamaan yang rendah hati, yang tidak arogan dengan mengemukakan kleim-kleim yang berlebihan tentang agama. Jika Islam menganjurkan etika “tawadhu’”, atau rendah hati, maka etika itu pertama-tama harus diterapkan pada Islam sendiri. Mengaku bahwa agama yang paling benar adalah Islam jelas menyalahi etika tawadhu’ itu.” (lihat artikel Ulil Abshar Abdalla di situs JIL, 7 Januari 2008)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dia juga yang mengatakan, “Banyak hal dalam agama yang jika dibuang sebetulnya tidak mengganggu sedikitpun watak dasar agama itu. Oleh para pemeluk agama, banyak ditambahkan hal baru terhadap esensi agama itu, sekedar untuk menjaga aura agama itu agar tampak “angker” dan menakutkan di mata pemeluknya. Saya akan mengambil contoh Islam.” (lihat artikel Ulil Abshar Abdalla di situs JIL, 7 Januari 2008)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pembaca sekalian, semoga Allah menambahkan hidayah-Nya kepada kita. Orang ini dengan beraninya dan tidak tahu malu telah menyingkap hakekat dirinya yang sombong dan arogan. Maka cukuplah kiranya bagi kita pengakuannya sendiri yang ingin ‘membuang ajaran agama’ dengan menamainya dengan istilah ‘corak keberagamaan yang rendah hati’. Sungguh pengakuan yang tulus dan sudah selayaknya mengetuk hati si pemilik ucapan untuk berintrospeksi dan kembali menata diri. Bukankah muhasabah atau introspeksi adalah salah satu esensi ajaran Islam yang sudah jelas dan tidak bisa ditawar-tawar lagi?!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Saudaraku sesama kaum muslimin, sesungguhnya sikap arogan atau sombong yang dalam bahasa Arabnya adalah kibr merupakan akhlak yang sangat-sangat tercela. Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.”&lt;/em&gt; (HR. Muslim no. 131 Maktabah Syamilah)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kiranya hadits ini sangat tepat dengan konteks permasalahan yang  sedang kita bicarakan. Belum lagi Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; telah memberikan sebuah ancaman yang sangat keras bagi  orang-orang yang menyombongkan diri. Beliau bersabda,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat  kesombongan walaupun hanya sekecil dzarrah (anak semut).”&lt;/em&gt; (HR. Muslim  no. 131. Maktabah Syamilah)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Imam An Nawawi &lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt; mengatakan,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;فَإِنَّ هَذَا الْحَدِيث وَرَدَ فِي سِيَاق النَّهْيِ عَنْ الْكِبْرِ الْمَعْرُوف وَهُوَ الِارْتِفَاع عَلَى النَّاس ، وَاحْتِقَارهمْ ، وَدَفْع الْحَقِّ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Sesungguhnya hadits ini disebutkan dalam konteks larangan dari sikap menyombongkan diri yang sudah dimengerti (oleh orang-orang, pent) yaitu sikap merasa tinggi dan lebih hebat daripada manusia yang lain, melecehkan mereka, dan menolak kebenaran.” (&lt;em&gt;Syarh Muslim&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Tahrimul Kibr  wa Bayanuhu&lt;/em&gt;. Maktabah Syamilah)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Apakah Membuang Ajaran Islam Adalah Kerendahan Hati?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Itulah pertanyaan yang ingin kita ajukan kepada si pemilik ucapan tersebut. Seorang muslim yang masih sehat akalnya tentu akan mengatakan bahwa tindakan mengobok-obok dan membuang isi ajaran Islam adalah sikap menolak kebenaran dan ekspresi dari perasaan lebih hebat dan sikap arogan yang sangat keterlaluan. Semua umat Islam sudah sepakat bahwa hanya Islam agama yang benar dan diridai oleh Allah. Adakah orang yang lebih sombong dan lebih keras kepala daripada orang yang sengaja menyelisihi kesepakatan umat Islam?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Allah &lt;em&gt;ta’ala&lt;/em&gt; berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya agama yang benar di sisi Allah hanyalah Islam.”&lt;/em&gt; (QS. Ali ‘Imran [3]: 19)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Imam Ibnu Katsir &lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt; menjelaskan bahwa makna Islam di dalam ayat ini adalah mengikuti ajaran rasul Allah yang diutus kepada mereka di setiap masa sampai ditutupnya risalah dengan pengutusan Muhammad &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; yang menutup semua jalan menuju Allah  kecuali satu jalan yang dibentangkan oleh Muhammad &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;. Oleh sebab itu orang-orang sesudah diutusnya Muhammad  &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; yang menghadap Allah dalam keadaan  menganut agama selain syari’at beliau maka tidak akan diterima (&lt;em&gt;Tafsir  al-Qur’an Al ‘Azhim&lt;/em&gt;, Maktabah Syamilah).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Allah &lt;em&gt;ta’ala&lt;/em&gt; juga berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Barang siapa yang mencari selain Islam sebagai agama maka tidak akan diterima dan di akherat dia pasti termasuk orang yang merugi.”&lt;/em&gt; (QS. Ali ‘Imran [3]: 85)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Maka dimanakah letak ketawadhu’an orang yang mengatakan, “Mengaku bahwa agama yang paling benar adalah Islam jelas menyalahi etika tawadhu’ itu.” ?!!! Bahkan perkataannya ini adalah sikap arogan dan penentangan yang jelas terhadap kebenaran isi al-Qur’an. Dan itu artinya dia telah berani menyombongkan dirinya di hadapan Allah &lt;em&gt;ta’ala&lt;/em&gt; yang menurunkan al-Qur’an! &lt;em&gt;Inna lillahi wa inna ilahi raji’un…&lt;/em&gt; Tidakkah engkau menyadari musibah ini wahai Ulil?! Adakah manusia yang lebih tidak tahu diri dan lebih arogan daripada orang yang membusungkan dadanya dan merasa hebat di hadapan Rabb yang menciptakan dirinya serta seluruh jagad raya? Akal siapakah yang bisa menerima bualan seperti ini? Ambillah pelajaran wahai orang-orang yang masih memiliki pikiran (ulil abshar)!!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bahkan akan kita katakan bahwa sesungguhnya apa yang dikemukakan orang tidak tahu malu ini sebagai hal-hal baru yang tidak pernah dikenal oleh umat Islam dan ditambah-tambahkan kepada esensi ajaran Islam yang justru akan mencoreng citra ajaran Islam yang rendah hati dan jauh dari sikap arogan. Bukankah kebenaran datang dari Allah? Allah &lt;em&gt;ta’ala&lt;/em&gt; berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Al Haq adalah dari Rabbmu, maka janganlah sekali-kali kamu termasuk orang yang ragu.”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; (QS. Al Baqarah [2]: 147)&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dan Allah sendiri yang menyatakan bahwa hanya Islam yang benar. Apakah anda merasa lebih tahu daripada Allah wahai Ulil?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Ucapan Siapa yang Tidak Relevan?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kalau kita cermati lagi, memang perbuatan orang ini sudah sangat keterlaluan. Menentang ayat-ayat Allah baginya adalah sesuatu yang ringan dan bahkan perlu untuk dikembangkan. Lihatlah perkataannya yang menunjukkan sikap arogan yang sangat tercela. Dia mengatakan, “Sudah jelas Kitab Suci terkait dengan konteks sejarah tertentu, dan banyak hal yang dikatakan Kitab Suci sudah tak relevan lagi karena konteks-nya berbeda.” (lihat artikel Ulil Abshar Abdalla di situs JIL, 7 Januari 2008).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Maha suci Allah dari bualan semacam ini!! Wahai Ulil, seandainya engkau mau diam dan berhenti menulis untuk sejenak memikirkan kematian yang pasti akan menghampirimu. Apakah perbedaan ucapanmu ini dengan ucapan orang-orang kafir, &lt;em&gt;“Tidaklah (al-Qur’an) ini melainkan hanya  sekedar dongeng orang-orang terdahulu.”&lt;/em&gt; (lihat QS. Al An’aam [6]: 25). Lihatlah betapa mirip ucapannya dengan ucapan orang-orang kafir! Ada hubungan apa antara anda dengan mereka wahai Ulil?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kalau Ulil mengatakan bahwa doktrin yang menyatakan sumber hukum hanya terbatas pada al-Qur’an, Hadits, Ijma’ dan Qiyas sudah tidak relevan, keyakinan bahwa Nabi Muhammad &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; adalah Nabi akhir zaman juga tidak relevan, keyakinan bahwa Islam yang diajarkan Nabi Muhammad menghapus agama-agama yang lainnya juga tidak relevan, keyakinan bahwa orang yang tidak mengikuti jalan Islam adalah kafir juga tidak relevan, keyakinan bahwa hanya ada satu golongan umat Islam yang selamat (&lt;em&gt;al firqah an najiyah&lt;/em&gt;) juga tidak relevan, keyakinan bahwa firman Allah tidak mungkin salah juga tidak relevan, keyakinan bahwa dalam perkara yang sudah terdapat dalil tegas dalam syari’at maka tidak boleh ada ijtihad adalah juga tidak relevan, keyakinan bahwa hanya Allah yang berhak membuat syari’at juga tidak relevan, kebenaran al-Qur’an tidak terikat dengan ruang dan waktu (dalam artian al-Qur’an selalu benar kapan dan di manapun, pen) juga tidak relevan, keyakinan bahwa Islam bisa menjawab semua masalah juga tidak relevan bahkan dianggap sebagai bentuk arogansi [lihat semua bualan ini dalam artikel Ulil Abshar Abdalla di situs JIL, 7 Januari 2008], maka cukuplah kita katakan kepadanya bahwa: Semua yang anda lontarkan ini adalah arogansi dan kekufuran terhadap hakekat ajaran Islam!!! Islam sama sekali tidak turut campur tangan dengan apa yang anda lontarkan. Dan semua umat Islam sepakat untuk menyatakan bahwa dakwah yang anda serukan bukanlah dakwah Islam! Akan tetapi dakwahmu adalah propaganda sesat dan tidak beradab yang mengajak umat untuk bersikap arogan dan meninggalkan akhlak tawadhu’ yang sudah semestinya menghiasi perilaku seorang muslim yang taat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Inilah ayat-ayat yang akan menghanguskan angan-angan anda untuk bisa menarik simpati kaum muslimin terhadap ajaran Liberal. Inilah petir yang akan membakar semua syubhat dan kedangkalan berpikir yang anda agung-agungkan. Allah &lt;em&gt;ta’ala&lt;/em&gt; berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Hai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah rasul serta ulil amri di antara kalian. Kemudian apabila kalian berselisih tentang suatu perkara maka kembalikanlah kepada Allah (al-Qur’an) dan rasul (As Sunah) jika kalian beriman kepada Allah dan hari akhir. Hal itu lebih baik untuk kalian dan lebih bagus hasilnya.”&lt;/em&gt; (QS. An Nisaa’  [4]: 59)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Allah &lt;em&gt;ta’ala&lt;/em&gt; juga berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Muhammad itu bukanlah bapak dari salah seorang lelaki di antara kalian, akan tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para nabi.”&lt;/em&gt; (QS. Al Ahzab [33]: 40)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Allah &lt;em&gt;ta’ala&lt;/em&gt; juga berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Pada hari ini Aku telah sempurnakan bagimu agamamu dan Aku telah cukupkan nikmat-Ku atasmu. Dan Aku pun ridha Islam sebagai agama bagimu.”&lt;/em&gt; (QS. Al-Maa’idah [5]: 3)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Allah &lt;em&gt;ta’ala&lt;/em&gt; juga berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Barang siapa yang menentang rasul setelah jelas baginya petunjuk dan dia mengikuti selain jalannya orang-orang mukmin, maka Kami akan membiarkannya terombang-ambing dalam kesesatannya dan Kami pasti akan memasukkannya ke dalam Jahanam, dan Jahanam itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.”&lt;/em&gt; (QS. An Nisaa’ [3]: 115)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Allah &lt;em&gt;ta’ala&lt;/em&gt; berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللَّهِ حَدِيثًا&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Dan siapakah yang lebih benar pembicaraannya daripada Allah?”&lt;/em&gt; (QS. An Nisaa’ [3]: 87)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Allah &lt;em&gt;ta’ala&lt;/em&gt; juga berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللَّهِ قِيلًا&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Dan siapakah yang lebih benar ucapannya daripada Allah?”&lt;/em&gt; (QS. An Nisaa’ [3]: 122)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Allah &lt;em&gt;ta’ala&lt;/em&gt; juga berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Dan tidaklah pantas bagi seorang yang beriman laki-laki atau perempuan untuk memiliki pilihan lain apabila Allah dan Rasul-Nya telah memutuskan suatu perkara. Dan barang siapa yang durhaka kepada Allah dan rasul-Nya sungguh dia telah tersesat dengan kesesatan yang sangat nyata.”&lt;/em&gt; (QS. Al Ahzab [33]: 36)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Allah &lt;em&gt;ta’ala&lt;/em&gt; juga berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Apakah hukum jahiliyah yang mereka cari, dan siapakah yang lebih baik hukumnya daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin?”&lt;/em&gt; (QS.  Al Maa-idah [4]: 50)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Allah &lt;em&gt;ta’ala&lt;/em&gt; juga berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;الم  ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Alif laam miim. Inilah Kitab yang tidak ada keraguan sedikitpun padanya, petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa…” (QS. Al Baqarah [2]: 1-2)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Allah &lt;em&gt;ta’ala&lt;/em&gt; juga berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Apakah mereka memiliki sekutu-sekutu (selain Allah) yang membuat syari’at untuk mereka padahal itu tidak pernah diijinkan oleh Allah?” (QS. Asy Syuura [42]: 21)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Allah &lt;em&gt;ta’ala&lt;/em&gt; berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Pada hari ini Aku telah sempurnakan bagimu agamamu dan Aku telah cukupkan nikmat-Ku atasmu. Dan Aku pun ridha Islam sebagai agama bagimu.”&lt;/em&gt; (QS. Al-Maa’idah [5]: 3)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dan masih banyak ayat lain serta hadits-hadits shahih yang akan menghabisi dan membakar habis kedangkalan berpikir serta membongkar kerusakan akal para penganut ajaran Liberal!!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;PENUTUP&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setelah kita membaca ini semua wahai pembaca yang budiman, marilah kita tanyakan kepada hati nurani kita masing-masing siapakah yang mengajak untuk bersikap arogan dan menyombongkan diri?!! Apakah Allah, para rasul-Nya, para sahabat dan para ulama sesudah mereka yang mengajak umat Islam untuk bersikap arogan ataukah orang-orang Liberal yang berpikiran sempit dan telah rusak akalnya semacam ini?! Jawablah wahai orang-orang yang masih memiliki pikiran (&lt;a title="Menjawab bualan dengan kalimat yang baik" href="http://muslim.or.id/manhaj-salaf/menjawab-bualan-dengan-kalimat-yang-baik.html" target="_blank" onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)"&gt;Ulil Abshar&lt;/a&gt;)…! Kembalilah ke jalan kebenaran dan sikap rendah hati yang sejati wahai Ulil. Kasihanilah kedua orang tuamu, kasihanilah anak dan istrimu, kasihanilah dirimu sendiri… Sukakah engkau disejajarkan dengan barisan orang-orang yang arogan semacam Fir’aun, Qarun, dan Abu Jahal? Padahal karena sikap arogan seperti itulah Iblis dan bala tentaranya layak untuk diseret ke dalam jurang neraka dan tersiksa secara kekal di dalamnya. Renungkanlah! Semoga Allah memberikan taufik kepadamu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Keterangan Tambahan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Meskipun demikian, kami kaum muslimin semua maklum. Bukanlah sebuah keanehan apabila lontaran jahil seperti itu muncul dari seorang penganut ajaran Liberal tulen semacam Ulil! Itu semua justru semakin menambah keyakinan kita akan kebenaran al-Qur’an sebagai firman Allah dan As Sunnah sebagai sabda Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;. Dan hal itu juga semakin memperjelas bagi kita siapakah jati diri Ulil yang sebenarnya. Inilah bukti lainnya yang menyingkap jati dirinya…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;. Allah menyatakan dalam firman-Nya,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Barang siapa di antara kalian yang berloyalitas kepada mereka  (orang-orang kafir), maka dia termasuk golongan mereka.”&lt;/em&gt; (QS. Al  Maa’idah [5]: 51)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; juga bersabda, &lt;em&gt;“Seseorang  itu berada di atas agama kawan akrabnya.”&lt;/em&gt; (HR. Abu Dawud dan At  Tirmidzi)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bukankah selama ini Ulil telah merelakan dirinya dengan sedemikian ‘enjoy’nya berada di tengah-tengah mereka (orang-orang kafir) baik secara fisik maupun pikirannya?! Dan bukankah dia telah menjadikan mereka (Yahudi, dkk) sebagai kawan dekatnya; baik dari segi fisik maupun pikirannya? Bahkan Ulil merasa risih apabila harus ikut bersama [dengan keyakinan] para ulama Islam dan justru merasa tenang bersama [dengan keyakinan] para ulama Yahudi Orientalis kafir tulen yang jelas-jelas anti terhadap al-Qur’an dan As Sunnah. [Maka hal ini semakin memperjelas bagi kita: Kepada siapakah sesungguhnya Ulil berpihak?!]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt;. Allah telah menyatakan dalam firman-Nya,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Barang siapa berpaling dari peringatan Ar Rahman (Allah) maka Kami  akan menjadikan syaitan sebagai kawan pendampingnya.”&lt;/em&gt; (QS. Az Zukhruf  [43]: 36)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Maka jadilah orang semacam itu (yang dengan sengaja mencampakkan peringatan Allah) sebagai wali syaitan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bukankah selama ini Ulil juga telah mengesampingkan dalil-dalil al-Qur’an dan As Sunnah bahkan bersikap antipati kepada keduanya [di antara buktinya adalah kebatilan artikel Ulil yang sedang kita bantah ini, pen]. Sehingga orang-orang yang tetap berpegang dengan kandungan dalil justru dia sebut sebagai kaum tekstualis, bahkan penyembah teks! Sedangkan dirinya sendiri justru lebih memilih untuk memeluk akidahnya kaum filsafat dan menelan mentah-mentah sabda-sabda Orientalis. [&lt;em&gt;La  haula wa la quwwata illa billah!&lt;/em&gt; Lelucon macam apakah ini wahai Ulil?!]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Ketiga&lt;/strong&gt;. Bukankah Allah telah menyifati orang yang membenci ajaran Islam (yaitu kaum munafikin, pen) sebagai orang yang di dalam hatinya tersimpan penyakit yang kian hari kian bertambah keganasannya. Allah &lt;em&gt;ta’ala&lt;/em&gt; berfirman,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;“Karena di dalam hati mereka sudah terdapat penyakit (keragu-raguan), maka Allah semakin menambahkan penyakit itu kepada mereka.”&lt;/em&gt; (QS. Al Baqarah [2]: 10)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dan karena penyakit yang diderita itulah segala hal menjadi berubah bagi si sakit. Sate yang tadinya sangat mengundang selera dan terasa lezat oleh lidah berubah menjadi pahit dan membakar lidah. Cahaya yang tadinya terasa lembut di mata dan mempercerah pandangan berubah menjadi pancaran sinar yang terasa pedih di mata dan menyakitkan. Dan seperti itulah kurang lebih kondisi yang sedang dialami oleh Ulil pada hari-hari ini. Semoga Allah segera menyembuhkan penyakitmu, wahai Ulil…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Terakhir&lt;/strong&gt;, kami ingin menasihatkan kepada diri kami sendiri dan setiap orang yang menghendaki kebaikan bagi dirinya supaya:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selalu berdoa meminta petunjuk dan keteguhan kepada Allah, seperti  dengan memanjatkan doa, &lt;em&gt;‘Rabbana la tuzigh qulubana ba’da idz  hadaitana’&lt;/em&gt; (Ya Allah janganlah Engkau sesatkan hati-hati kami setelah  Engkau berikan hidayah kepada kami) atau doa &lt;em&gt;‘Ya muqallibal qulub  tsabbit qalbi ‘ala diinik’&lt;/em&gt; (Wahai Dzat Yang membolak-balikkan hati,  tetapkanlah aku di atas agama-Mu).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Perhatikanlah siapa gurumu. Sebab ilmumu adalah agamamu, maka hendaknya kamu perhatikan dari manakah kamu mengambil agamamu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Ketiga&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kenalilah siapa kawan-kawanmu, karena mereka itulah yang akan ikut mewarnai bagaimana isi hatimu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;[keterangan tambahan ini kami salin dengan sedikit perubahan redaksional dari tulisan tangan Ustadz Afifi Abdul Wadud]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;Allahumma aarinal haqqa haqqa warzuqnat-tiba’ah, wa aarinal baathila baathila warzzuqnajtinaabah. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammadin wa ‘ala aalihi wa shahbihi wa sallam. Wa akhiru da’wana anil hamdu lillahi Rabbil ‘alamin.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Yogyakarta, Rabu 14 Muharram 1429/23 Januari 2008&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8049491509343717029-3592275792867007893?l=terataisilvi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terataisilvi.blogspot.com/feeds/3592275792867007893/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8049491509343717029&amp;postID=3592275792867007893' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8049491509343717029/posts/default/3592275792867007893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8049491509343717029/posts/default/3592275792867007893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terataisilvi.blogspot.com/2009/05/menjawab-bualan-dengan-kalimat-yang.html' title='Menjawab Bualan Dengan Kalimat yang Baik'/><author><name>teratai_silvi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00365921315882198305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_BdY63NQsv9c/R52lJq5zKYI/AAAAAAAAAAM/2gpU_GXXu48/S220/Orange+cntk.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8049491509343717029.post-2588584671416472261</id><published>2009-05-05T09:51:00.000+07:00</published><updated>2009-05-05T09:54:19.712+07:00</updated><title type='text'>Musibah Antara Jalan ke Surga dan Jurang ke Neraka</title><content type='html'>Gempa mengguncang hebat bumi Jogjakarta. Dalam hitungan detik bangunan-bangunan yang tak kuat menahan gerakan lempeng bumi itu pun rubuh. Genteng-genteng rumah berhamburan jatuh. Teriakan bercampur tangis memecah keheningan suasana pagi. Darah-darah segar mengalir membasahi tanah. Rumah-rumah sakit kebanjiran pasien. Akhirnya, ribuan jiwa menjadi korban. &lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Begitulah gambaran Sabtu pagi, 27 Mei 2006, di propinsi miniatur Indonesia ini. Seakan belum hilang di dalam benak warga, bencana yang melanda saudara-saudara kita di Aceh, warga Jogja pun semburat ke luar rumah mencari tempat-tempat tinggi untuk menghindari gelombang laut pasang, tsunami. Belakangan diketahui, ternyata tsunami hanya isu belaka.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Musibah Datang Tak Terduga&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Siapa yang mengira gempa bumi yang melanda hampir di sepanjang selatan pulau Jawa itu akan membawa dampak yang sangat parah. Inilah musibah. Allah telah menetapkannya 50 ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi beserta isinya. Allah berfirman, &lt;em&gt;“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (Tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam Kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.”&lt;/em&gt; (QS. Al Hadid: 22-23)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ke Manakah Harus Berlari?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Panik. Itulah yang biasanya terjadi ketika bencana datang. Padahal justru karena itulah yang membuat banyak korban berjatuhan. Ketika isu tsunami merebak, kontan hampir semua berlari dan menyelamatkan diri. Tapi ke manakah harus berlari? &lt;em&gt;“Ke utara! Cari tempat yang tinggi!”&lt;/em&gt; teriak orang-orang histeris. Namun adakah orang di sana yang berteriak, &lt;em&gt;“Berlarilah kepada Allah! Tidak ada tempat berlindung selain kepada Allah!”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Allah berfirman, &lt;em&gt;“Pada hari itu manusia berkata: ‘Ke mana tempat berlari?’ Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung! Hanya kepada Tuhanmu sajalah pada hari itu tempat kembali.”&lt;/em&gt; (QS. Al Qiyamah: 10-12)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Musibah, Jalan Menuju Surga&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kesedihan adalah reaksi yang wajar dan manusiawi ketika menghadapi sebuah musibah. Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; menangis ketika anaknya, Ibrahim, meninggal dunia. Semua musibah -apapun jenisnya- bagi orang-orang yang beriman, pada hakikatnya adalah tiket untuk masuk surga. Karena orang mukmin itu jika tertimpa bencana, dia bersabar dan ridho terhadap ketentuan Allah ini, maka ia akan mendapatkan ganjaran pahala yang besar. Allah berfirman, &lt;em&gt;“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: ‘Bilakah datangnya pertolongan Allah?’ Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.”&lt;/em&gt; (QS. Al Baqarah: 214). Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda, &lt;em&gt;“Tidaklah seorang muslim mendapatkan musibah, melainkan Allah akan akan menghapus dosa-dosanya, walau hanya tertusuk duri sekalipun.”&lt;/em&gt; (HR. Al Bukhari)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Cara Menghadapi Musibah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Musibah menimpa manusia tanpa pandang bulu. Yang beriman ditimpa musibah, apalagi yang kufur. Pada hari kebangkitan kelak, masing-masing akan dibangkitkan dengan amalnya sendiri-sendiri. Yang menjadi tuntutan adalah bagaimana menghadapi musibah agar dapat berbuah pahala dan akhirnya masuk surga. Islam telah mengajarkan hal-hal yang harus dilakukan ketika tertimpa musibah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. Mengucapkan kalimat &lt;em&gt;istirja’&lt;/em&gt;. Yaitu mengucapkan: &lt;em&gt;Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un&lt;/em&gt;. Allah berfirman, &lt;em&gt;“(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: ‘Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun ( Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali)’.”&lt;/em&gt; (QS. Al Baqoroh: 156)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;2. Berdo’a. Nabi &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; mengajarkan do’a setelah membaca &lt;em&gt;istirja’&lt;/em&gt;, yaitu: &lt;em&gt;Allaahumma’ jurnii fii mushiibatii, wa akhliflii khairon minha.&lt;/em&gt; (Ya Allah berilah pahala dalam musibahku ini, dan berilah ganti bagiku yang lebih baik daripadanya).” (HR. Muslim)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;3. Bersabar atas musibah yang menimpa. Allah berfirman, &lt;em&gt;“Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antara mereka.”&lt;/em&gt; (QS. Al Insan: 24). Yang dimaksud dengan sabar adalah tidak menggerutu di dalam hati, menahan lisan dari mengucapkan kata-kata yang tidak pantas, dan menjaga tangan agar tidak melakukan hal-hal yang dilarang, seperti menampar-nampar pipi, merobek-robek baju, menggundulkan rambut kepala, dan lain-lain. Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda, &lt;em&gt;“Sesungguhnya besarnya pahala tergantung besarnya ujian. Jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menguji mereka. Barangsiapa yang ridho, maka mereka akan mendapatkan keridhoan Allah. Dan siapa yang murka, maka akan mendapatkan murka Allah.”&lt;/em&gt; (Hasan, HR. At Tirmidzi)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;4. Melakukan &lt;em&gt;Muhasabah&lt;/em&gt; (Introspeksi Diri). Manusia adalah makhluk yang lemah. Terkadang berbuat dosa dan salah. Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda, &lt;em&gt;“Setiap anak Adam memiliki kesalahan. Dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah orang yang bertaubat.”&lt;/em&gt; (Hasan, HR. At Tirmidzi). Biasanya orang lebih cepat tersadar ketika musibah telah menimpanya. Barangkali Allah hendak mengingatkan kita. Sudah berapa banyak dosa yang kita perbuat dan maksiat yang kita koleksi? Namun berapa lama lagi umur yang tersisa? Oleh karena itu tetaplah berbaik sangka kepada Allah. Jadikan ini kesempatan bagi kita yang masih hidup untuk segera bertaubat kepada Allah atas segala kesalahan dan dosa. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sebab Datangnya Musibah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Setelah membawakan ayat-ayat tentang musibah, Syeikh Muhammad bin Jamil Zainu berkata, &lt;em&gt;“Ayat-ayat yang mulia ini memberi pengertian kepada kita bahwa Allah adalah Maha Adil dan Bijaksana. Dia tidak akan menurunkan bala’ dan bencana atas suatu kaum kecuali karena perbuatan maksiat, dan pelanggaran mereka terhadap perintah-perintah Allah.”&lt;/em&gt; (&lt;em&gt;Minhaj Al Firqoh An Najiyah&lt;/em&gt;)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pembaca yang budiman, perintah Allah yang terbesar adalah Tauhid dan larangan-Nya yang terkeras adalah Syirik. Jadi tidak diragukan lagi, musibah yang menimpa kaum muslimin saat ini adalah karena mereka tidak menunaikan hak Allah, yaitu hak peribadatan (mentauhidkan Allah). Hanya Allah sajalah yang berhak diibadahi dengan segala macam jenis ibadah dan pendekatan diri, seperti berdo’a, bernazar, menyembelih kurban, &lt;em&gt;istighosah&lt;/em&gt;, dan lain-lain. Maka wajarlah Allah murka. Hamba-Nya malah berbuat berbagai macam bentuk kesyirikan, seperti &lt;em&gt;lelaku sesaji&lt;/em&gt; untuk Ratu Laut Selatan, sedekah laut, &lt;em&gt;tapa mbisu&lt;/em&gt; (keliling kampung tanpa berbicara -pen) untuk menolak bala dan berbagai ritual syirik yang lain.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Musibah, Azab yang Disegerakan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Berbeda dengan orang yang beriman, bagi orang yang durhaka kepada Allah -hidupnya bergelimang dengan dosa dan maksiat- musibah adalah azab yang disegerakan baginya di dunia. Belum lagi di akhirat. Al Qur’an memberikan banyak contoh, di antaranya kisah kaum Tsamud yang ‘menyulap’ gunung menjadi rumah-rumah tempat tinggal mereka (bisa dibayangkan betapa kokohnya rumah mereka-pen).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Allah memperingatkan, &lt;em&gt;“Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikan kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum ‘Aad dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah; Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan. Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri di antara kaumnya berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah yang telah beriman di antara mereka: ‘Tahukah kamu bahwa Shaleh diutus (menjadi rasul) oleh Tuhannya?’ Mereka menjawab: ‘Sesungguhnya kami beriman kepada wahyu, yang Shaleh diutus untuk menyampaikannya.’ Orang-orang yang menyombongkan diri berkata: ‘Sesungguhnya kami adalah orang yang tidak percaya kepada apa yang kamu imani itu.’ Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhan. Dan mereka berkata: ‘Hai Shaleh, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus (Allah).’ Karena itu mereka ditimpa gempa, Maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka.”&lt;/em&gt; (QS. Al A’rof: 73-78)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Juga kisah Fir’aun dan bala tentaranya yang digulung gelombang laut dahsyat. Allah mengisahkan, &lt;em&gt;“Lalu kami wahyukan kepada Musa: ‘Pukullah lautan itu dengan tongkatmu.’ Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar. Dan di sanalah kami dekatkan golongan yang lain. Dan kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya semuanya. Dan kami tenggelamkan golongan yang lain itu.”&lt;/em&gt; (QS. As Syu’ara: 63-66)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Di Balik Terjadinya Musibah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Setiap bencana datang, pasti mengundang perhatian. Tak pelak lagi, &lt;a title="Musibah antara jalan ke surga dan jurang ke neraka" href="http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/musibah-antara-jalan-ke-surga-dan-jurang-ke-neraka.html" target="_blank" onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)"&gt;gempa&lt;/a&gt; yang berkekuatan 5,9 SR itu menjadi pusat perhatian dunia seketika. Sukarelawan baik lokal maupun internasional pun berduyun-duyun datang ke lokasi bencana. Ada yang murni membawa misi kemanusiaan, adapula yang membawa ‘udang di balik batu’ (baca: kristenisasi). Memang inilah kesempatan yang ditunggu-tunggu oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan upaya pemurtadan umat Islam. Sebut saja misalnya di Aceh, dikisahkan bahwa ada misionaris luar negeri yang jelas-jelas kafir mengenakan jilbab sambil membagi-bagikan sembako kepada para pengungsi. Aneh memang, tapi itulah racun yang memikat, namun mematikan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Waspadai Bahaya Pemurtadan!&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Allah berfirman, &lt;em&gt;“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: ‘Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)’. dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.”&lt;/em&gt; (QS. Al Baqoroh: 160)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Petunjuk Allah itu adalah Islam itu sendiri. Walau berada dalam kondisi sulit bagaimanapun, agama kita tetap Islam. Jangan mengganti aqidah atau keyakinan, hanya karena desakan ekonomi dan sulitnya penghidupan. Allah berpesan, &lt;em&gt;“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.”&lt;/em&gt; (QS. Ali Imron: 102)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Upaya lain yang tidak kalah pentingnya untuk membentengi umat dari bahaya pemurtadan ini adalah solidaritas sesama muslim harus ditingkatkan. Betapa banyak kaum muslimin korban bencana yang terkapar dan terlantar di rumah-rumah sakit, di barak-barak pengungsian, di posko-posko peduli bencana, yang membutuhkan uluran tangan saudara muslimnya yang lain! Tidak malukah kita didahului oleh orang-orang kafir dalam hal membantu saudara-saudara kita sendiri? Tegakah kita melihat saudara-saudara kita berpindah agama hanya karena musibah yang menimpanya di dunia? Wahai orang-orang yang masih memiliki mata hati! Ringankan tangan, sinkronkan langkah, hadapi cobaan dengan lapang dada, jadikan musibah sebagai jalan menuju surga. Jangan sampai kita tergelincir ke dalam jurang neraka. &lt;em&gt;Wallahu a’lam.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8049491509343717029-2588584671416472261?l=terataisilvi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terataisilvi.blogspot.com/feeds/2588584671416472261/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8049491509343717029&amp;postID=2588584671416472261' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8049491509343717029/posts/default/2588584671416472261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8049491509343717029/posts/default/2588584671416472261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terataisilvi.blogspot.com/2009/05/musibah-antara-jalan-ke-surga-dan.html' title='Musibah Antara Jalan ke Surga dan Jurang ke Neraka'/><author><name>teratai_silvi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00365921315882198305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_BdY63NQsv9c/R52lJq5zKYI/AAAAAAAAAAM/2gpU_GXXu48/S220/Orange+cntk.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8049491509343717029.post-7611323223208844946</id><published>2008-03-03T11:01:00.000+07:00</published><updated>2008-03-03T11:02:29.575+07:00</updated><title type='text'>///doaku///</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 255); font-weight: bold;"&gt; Ya Allah...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 255); font-weight: bold;"&gt; Seandainya telah Engkau catatkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 255); font-weight: bold;"&gt; dia akan mejadi teman menapaki hidup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 255); font-weight: bold;"&gt; Satukanlah hatinya dengan hatiku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 255); font-weight: bold;"&gt; Titipkanlah kebahagiaan diantara kami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 255); font-weight: bold;"&gt; Agar kemesraan itu abadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 255); font-weight: bold;"&gt; Dan ya Allah... ya Tuhanku yang Maha Mengasihi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 255); font-weight: bold;"&gt; Seiringkanlah kami melayari hidup ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 255); font-weight: bold;"&gt; Ke tepian yang sejahtera dan abadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 255); font-weight: bold;"&gt; Tetapi ya Allah...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 255); font-weight: bold;"&gt; Seandainya telah Engkau takdirkan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 255); font-weight: bold;"&gt; ...Dia bukan milikku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 255); font-weight: bold;"&gt; Bawalah ia jauh dari pandanganku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 255); font-weight: bold;"&gt; Luputkanlah ia dari ingatanku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 255); font-weight: bold;"&gt; Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 255); font-weight: bold;"&gt; Dan peliharalah aku dari kekecewaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 255); font-weight: bold;"&gt; Serta ya Allah ya Tuhanku yang Maha Mengerti...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 255); font-weight: bold;"&gt; Berikanlah aku kekuatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 255); font-weight: bold;"&gt; Melontar bayangannya jauh ke dada langit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 255); font-weight: bold;"&gt; Hilang bersama senja nan merah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 255); font-weight: bold;"&gt; Agarku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 255); font-weight: bold;"&gt; Dan ya Allah yang tercinta...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 255); font-weight: bold;"&gt; Gantikanlah yang telah hilang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 255); font-weight: bold;"&gt; Tumbuhkanlah kembali yang telah patah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 255); font-weight: bold;"&gt; Walaupun tidak sama dengan dirinya....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 255); font-weight: bold;"&gt; Ya Allah ya Tuhanku...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 255); font-weight: bold;"&gt; Pasrahkanlah aku dengan takdirMu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 255); font-weight: bold;"&gt; Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 255); font-weight: bold;"&gt; Adalah yang terbaik buatku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 255); font-weight: bold;"&gt; Karena Engkau Maha Mengetahui&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 255); font-weight: bold;"&gt; Segala yang terbaik buat hambaMu ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 255); font-weight: bold;"&gt; Ya Allah...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 255); font-weight: bold;"&gt; Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 255); font-weight: bold;"&gt; Di dunia dan di akhirat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 255); font-weight: bold;"&gt; Dengarlah rintihan dari hambaMu yang daif ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(51, 255, 255); font-weight: bold;"&gt; ------------------------------&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;      &lt;div style="direction: ltr; color: rgb(51, 255, 255); font-weight: bold; font-family: lucida grande;"&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;----------&lt;br /&gt; Jangan Engkau biarkan aku sendirian&lt;br /&gt; Di dunia ini maupun di akhirat&lt;br /&gt; ------------------------------&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;----------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran&lt;br /&gt; Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman&lt;br /&gt; Supaya aku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup&lt;br /&gt; Ke jalan yang Engkau ridhai&lt;br /&gt; Dan kurniakanlah padaku keturunan yang soleh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Amin... Ya Rabbal 'Alamin&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8049491509343717029-7611323223208844946?l=terataisilvi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terataisilvi.blogspot.com/feeds/7611323223208844946/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8049491509343717029&amp;postID=7611323223208844946' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8049491509343717029/posts/default/7611323223208844946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8049491509343717029/posts/default/7611323223208844946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terataisilvi.blogspot.com/2008/03/doaku.html' title='///doaku///'/><author><name>teratai_silvi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00365921315882198305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_BdY63NQsv9c/R52lJq5zKYI/AAAAAAAAAAM/2gpU_GXXu48/S220/Orange+cntk.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8049491509343717029.post-6065744044372330367</id><published>2008-03-03T10:56:00.000+07:00</published><updated>2008-03-03T10:57:37.737+07:00</updated><title type='text'>doa untuk kekasihku...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt; Doa untuk Kekasih...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt; Allah yang Maha Pemurah...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt; Terima kasih Engkau telah menciptakan dia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt; dan mempertemukan saya dengannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt; Terima kasih untuk saat - saat indah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt; yang dapat kami nikmati bersama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt; Terima kasih untuk setiap pertemuan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt; yang dapat kami lalui bersama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt; Saya datang bersujud dihadapanMU...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt; Sucikan hati saya ya Allah, sehingga dapat melaksanakan kehendak dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt; rencanaMU dalam hidup saya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt; Ya Allah, jika saya bukan pemilik tulang rusuknya, janganlah biarkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt; saya merindukan kehadirannya...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt; janganlah biarkan saya, melabuhkan hati saya dihatinya..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt; kikislah pesonanya dari pelupuk mata saya dan jauhkan dia dari relung&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt; hati saya...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt; Gantilah damba kerinduan dan cinta yang bersemayam didada ini dengan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt; kasih dari dan padaMU yang tulus, murni...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt; dan tolonglah saya agar dapat mengasihinya sebagai sahabat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt; Tetapi jika Engkau ciptakan dia untuk saya...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt; ya Allah tolong satukan hati kami...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt; bantulah saya untuk mencintai, mengerti dan menerima dia seutuhnya...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt; berikan saya kesabaran, ketekunan dan kesungguhan untuk memenangkan hatinya...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt; Ridhoi dia, agar dia juga mencintai, mengerti dan mau menerima saya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt; dengan segala kelebihan dan kekurangan saya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt; sebagaimana telah Engkau ciptakan...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt; Yakinkanlah dia bahwa saya sungguh - sungguh mencintai dan rela&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt; membagi suka dan duka saya dengan dia...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt; Ya Allah Maha Pengasih, dengarkanlah doa saya ini...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt; lepaskanlah saya dari keraguan ini menurut kasih dan kehendakMU...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt; Allah yang Maha kekal, saya mengerti bahwa Engkau senantiasa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt; memberikan yang terbaik untuk saya...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt; luka dan keraguan yang saya alami, pasti ada hikmahnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt; Pergumulan ini mengajarkan saya untuk hidup makin dekat kepadaMU untuk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt; lebih peka terhadap suaraMU yang membimbing saya menuju terangMU...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt; Ajarkan saya untuk tetap setia dan sabar menanti tibanya waktu yang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt; telah Engkau tentukan....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt; Jadikanlah kehendakMU dan bukan kehendak saya yang menjadi dalam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt; setiap bagian hidup saya...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt; Ya Allah, semoga Engkau mendengarkan dan mengabulkan permohonanku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt; Amien.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;script&gt;&lt;!-- D(["mb","\ntelah Engkau tentukan....\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\nJadikanlah kehendakMU dan bukan kehendak saya yang menjadi dalam\u003cbr /\u003e\nsetiap bagian hidup saya...\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\nYa Allah, semoga Engkau mendengarkan dan mengabulkan permohonanku.\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\nAmien.\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\nmas,,, ini sebenarnya tulus dari hati ad yang paling dalam,,,\u003cbr /\u003e\nad sungguh mencintai mas, entah sejak kapan rasa itu muncul dalam\u003cbr /\u003e\nhidup via,,tapi jujur itu yang via rasa,,\u003cbr /\u003e\ningin sekali di hati via buat menepis rasa itu, aku bahkan ingin\u003cbr /\u003e\nmelupakan semua yang pernah atau akan terjadi pada kita,,,\u003cbr /\u003e\ntapi ad ga kuasa mas,,,ad ga bisa sehari aja jauh dari kamu...\u003cbr /\u003e\ntapi ad benci kamu mas,,,\u003cbr /\u003e\nad becnci sekali,,,\u003cbr /\u003e\n\u003cbr /\u003e\nkalo dah baca pesan ini di balas ya mas,,,\u003cbr /\u003e\ninget mas punya utang ama via banyak sekali...:\u003cbr /\u003e\n1. mas mau balas surat yang pernah via tulis buat mas. tapi sampai\u003cbr /\u003e\ndetik ini via ga pernah dapat balasannya...\u003cbr /\u003e\n2. mas utang es conelo 10 sama ad\u003cbr /\u003e\n3. mas janji mau ajak via ke pantai...\u003cbr /\u003e\n\u003c/div\u003e",0] ); D(["ce"]);  //--&gt;&lt;/script&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8049491509343717029-6065744044372330367?l=terataisilvi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terataisilvi.blogspot.com/feeds/6065744044372330367/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8049491509343717029&amp;postID=6065744044372330367' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8049491509343717029/posts/default/6065744044372330367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8049491509343717029/posts/default/6065744044372330367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terataisilvi.blogspot.com/2008/03/doa-untuk-kekasihku.html' title='doa untuk kekasihku...'/><author><name>teratai_silvi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00365921315882198305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_BdY63NQsv9c/R52lJq5zKYI/AAAAAAAAAAM/2gpU_GXXu48/S220/Orange+cntk.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8049491509343717029.post-2830278116417178094</id><published>2007-07-17T13:29:00.000+07:00</published><updated>2007-07-17T13:30:57.650+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande; font-style: italic;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Gempa Bumi, Gunung Meletus, Banjir, Wabah Penyakit, Hama, Angin Taufan, Matahari, Bulan, kesemuanya merupakan tentara Rabbul ?Alamiin yang bergerak dan bertugas dengan Kehendak Nya dan Perintah Nya. Maka Dia Yang Maha Agung dalam Kekuasaan Nya yang Tunggal dan Abadi telah berfirman kepada Pemimpin para Duta Nya, Sayyidina Muhammad saw : ?Sungguh Kuutus Engkau Sebagai Pembawa Rahmat Bagi Seluruh Alam?. (QS Al Anbiya ? 107).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande; font-style: italic;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Maka sebagaimana disebutkan pada Tafsir Imam Attabari Juz 17 hal. 106, bahwa Rasul saw adalah Rahmat Allah (Kasih Sayang Allah) untuk seluruh manusia, muslim dan kafir, Rahmat Nya pada orang kafir adalah dengan tertundanya siksa mereka di muka bumi, tidak seperti ummat-ummat terdahulu yang mana saat mereka kafir pada Nabi Nya maka Allah segera menumpahkan musibah pada mereka, namun untuk ummat ini walaupun mereka Kufur dan kufur, Allah tetap tidak segera menjatuhkan siksa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande; font-style: italic;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Maka fahamlah kita bahwa Bumi ini sejak Kebangkitan Rasul saw hingga akhir zaman, dalam naungan Rahmat Nya swt, yaitu Muhammad saw. Alangkah luhurnya nabi yang satu ini, hingga muslim dan kafir di masa beliau hingga akhir zaman tetap terjaga dari siksa kekufuran (Tafsir Imam Qurtubi Juz 4 hal 63). Bila kita menjenguk sedikit pada ayat yang lain Allah swt berfirman : ?Hampir Saja Seluruh Langit Itu Pecah, Bumi Terbelah dan Gunung-Gunung Itu Hancur, Ketika Mereka Mengatakan Allah Mempunyai Putra?. (QS Maryam 90-91), Allah menahan alam ini hancur padahal seluruh alam ini murka terhadap manusia yang menghina Rabbul ?Alamin, sebagaimana kita murka bila orang yang kita cintai dihina, atau ayah atau guru yang kita muliakan dihina, demikian pula alam, namun Allah menahannya karena masa ini adalah Masa Muhammad saw, Nah.. Rahmatan Lil?alamin ini adalah Penangkal Musibah bagi alam, dan ternyata bukan hanya itu, namun para ummat beliau saw pun mewarisi Rahmat itu, yaitu mereka yang beriman kepada beliau saw, Allah jadikan mereka itu penangkal musibah bagi kaumnya, sebagaimana firman Allah swt : ?Dan Ketika Mereka (orang-orang kafir) Berkata: Wahai Allah, Bila Ini (Muhammad saw) Merupakan Kebenaran Dari Sisi Mu, Maka Turunkan Pada Kami Hujan Batu Atau Datangkan Pada Kami Siksaan Yang Pedih, dan Tiadalah Allah Akan Menyiksa Mereka Selama Engkau (Wahai Muhammad saw) Berada Diantara Mereka, dan Tiadalah Allah Akan Menyiksa Mereka Selama Ada Diantara Mereka (ada diantara muslimin diantara mereka) Yang Beristigfar? (QS Al Anfal 33).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande; font-style: italic;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Nah..jelaslah bahwa orang-orang yang beristighfar menahan siksa/ azab pula bagi kaumnya yang kufur, bahkan ayat lainnya : ?Kalau Bukan Karena Lelaki-Lelaki Mukmin dan Wanita-Wanita Mukminat, Yang Kalian Tidak Mengetahui dan Hampir Kalian Membunuhnya, Maka Kalian Akan Mendapat Kesulitan Bila Mencelakai Mereka, dan Agar Allah Mengumpulkan Siapa Yang Dikehendaki Nya Dalam Kasih Sayang Nya, Dan Bila Mereka Itu Pergi, Maka Niscaya Kami Tumpahkan Siksaan Pada Orang Yang Kafir Diantara Mereka Dengan Siksaan Yang Pedih? (QS Al Fath 25) dan kini Allah menjelaskan bahwa orang-orang mukmin membuat kesejahteraan pada kaumnya, walaupun mereka kufur dan jahat, namun keberadaan orang-orang mukmin diantara mereka membuat Allah menahan siksa Nya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande; font-style: italic;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Bahkan Rasul saw bersabda : ?Tidaklah akan datang hari kiamat selama masih ada yang mengucapkan Allah.., Allah..?. (Shahih Muslim hadits no.148) dan sabda Rasul saw : ?Tidak terjadi Kiamat diatas seseorang yang berkata Allah, Allah?. (Shahih Muslim no.149). Tentunya seorang muslim dari Ummat Muhammad saw, maka fahamlah kita bahwa Dzikir orang-orang muslim menahan datangnya Kiamat, dan kiamat adalah Musibah terbesar sepanjang usia Alam diciptakan, dan apalah artinya musibah banjir, gunung meletus dan lainnya yang tak sedebu dari kejadian Kiamat..?, Ketahuilah makin banyaknya musibah dimuka bumi ini adalah disebabkan semakin berkurangnya orang-orang yang berdzikir, semakin kurangnya orang yang beristighfar, semakin kurangnya orang yang berdoa, bermunajat, dan bertahajjud di malam hari. Lalu kelaparan, gunung meletus, gempa, banjir, dan segala bencana alam ini semakin santer dimuka bumi, maka jawabannya segera kita temukan, karena semakin berkurangnya orang-orang yang berdzikir dan beristighfar kepada Allah swt.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande; font-style: italic;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Maka muncullah segala musibah ini, mengapa?, dari Rahmat Nya swt tentunya, sebagaimana hadits-hadits dibawah ini, Sabda Rasululllah saw : ?Tiadalah musibah menimpa seorang muslim, terkecuali penghapusan dosa baginya, walaupun hanya duri yang menusuknya?. (Shahih Muslim hadits no.2752, Shahih Bukhari hadits no.5317), Sabda Rasulullah saw : ?Tiadalah seoang mukmin mendapat musibah berupa kesulitan, permasalahan, kesedihan, penyakit, bahkan kegundahan hati yang menyelimuti hatinya, kecuali merupakan penghapusan dosa baginya? (Shahih Musli hadits no. 2573, Shahih Bukhari hadits no.5318). Ketika turunnya ayat : ?Semua Yang Berbuat Dosa Pasti Akan Dibalas?, maka para sahabat tampak kebingungan dan sangat ketakutan, maka Rasul saw memanggil mereka dan berkata : ?Kemarilah kalian.., mendekatlah dan duduk berkumpullah padaku.., ketahuilah bahwa semua yang menimpa muslimin adalah penghapusan dosa, bahkan kesusahan dan pula duri yang melukainya? (Shahih Muslim hadits no.2754).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande; font-style: italic;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Wahai saudaraku, semakin banyak dosa kita maka telapak tangan penghapus dosa segera menyeka dosa-dosa kita, bila tak kita bersihkan maka akan datang ?Tangan Penyeka? yang mengajak kita kembali kepada Nya dalam keadaan suci, ?Tangan Penyeka? itu menyeka dosa disertai antibiotik pembersih penyakit di tubuh, bila dosanya kecil maka hanya perlu sedikit diusap maka akan bersih, namun bila kotoran itu sudah berkerak dan menular sekampung pula, bahkan sewilayah, bahkan sedunia, maka alat penyeka itu akan bertebaran dibelahan barat dan timur..,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande; font-style: italic;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Wahai Saudaraku bangkitlah, Majelis Rasulullah saw ditegakkan dengan tujuan agung, yaitu memperbanyak orang-orang bertobat dan mengenal Allah, menghidupkan dzikir, mengguncang jakarta dengan dzikir Allah, Allah.., dan menumbuhkan semangat dihati muslimin agar mewarisi semangat Muhammad saw, yang dengan jiwa seperti inilah musibah akan sirna, Anda lihat di Aceh?, bagaimana Pekuburan para shalihin tidak disentuh musibah?, bagaimana Air setinggi 30 meter dengan kecepatan rata-rata 300km/jam dengan kekuatan ratusan juta ton itu terbelah di masjid-masjid dan pekuburan orang shalih?, ada di masjid itu?, ada apa di kubur itu?, Singkat saja, ini adalah isyarat Nya kepada seluruh penduduk Bumi bahwa tempat-tempat sujud kepada Ku, dan tempat berdzikir bekas peninggalan hamba-hamba Ku yang shalih tak akan disentuh musibah, demikian pula pusara-pusara mereka yang telah wafat dari Hamba Ku yang shalih pun tak akan disentuh musibah?!?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande; font-style: italic;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Dan begitulah.. air bah yang sedemikian dahsyatnya itu tunduk dan menyingkir dari tempat-tempat beribadah mereka, siapa?, para ahli dzikir tentunya, hamba-hamba yang sujud dengan khusyu pada Nya, merekalah penangkal musibah, maka kita mesti memperbanyak kelompok masyarakat yang seperti ini.. Kita sering terlalu jauh, tak mungkin kita bisa menjadi penangkal musibah, kita adalah pendosa.., opini semacam ini sering meracuni pemikiran kita.. Ok kita buktikan, bukankah tempat yang paling banyak maksiatnya di seluruh Indonesia adalah jakarta?, berarti jakarta lah yang paling berhak ditimpa ?Tangan Penyeka?, namun mengapa musibah selalu menimpa wilayah luar jakarta?, betul di jakarta ada kebanjiran, ada wabah, namun sangat tak seberapa dibanding musibah diluar jakarta, mengapa?, Ketahuilah bahwa jakarta inipun kota yang paling banyak majelis taklimnya di seluruh Indonesia, paling banyak majelis Dzikir, majelis maulid dll.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande; font-style: italic;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Maka semakin kita meramaikan masjid-masjid dan majelis-majelis, maka kasih sayang Nya terlimpah, sebagaimana Firman Nya dalam hadits Qudsiy : ?Sudah Kupastikan Kasih Sayangku Pada Mereka Yang Saling Mengasihani Karena Aku, Saling Berkumpul Karena Aku, Dan Saling Berkorban Karena Aku? (Imam Hakim dalam Mustadrak ala Shahihain hadits no.7314 yang menyebutkan bahwa hadits ini memenuhi syarat shahihain sebagai hadits shahih), demikian pula dengan makna yang sama pada Shahih Ibn Hibban hadits no.575. Maka sudah selayaknya kita segera bangkit meramaikan masjid-masjid kita, rumah-rumah kita, wilayah kita, dengan dzikrullah dan majelis-majelis dzikir dan Ibadah, inilah yang mesti kita makmurkan, jangan kita terfokus kepada kemajuan dan kemajuan, yang pada dasarnya kemajuan tanpa iman adalah kepastian datangnya musibah, Gempa Bumi, Gunung meletus, taufan dan masih banyak lagi tentara Rabbul ?Alamin yang akan diutus Nya sebagai alat penyeka..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande; font-style: italic;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Wahai Yang Maha Luhur dan selalu memuliakan hamba Nya yang berzikir kepada Nya, muliakanlah setiap pembaca risalah ini dengan pengampunan Mu, penyelesaian dari segala kesulitan dan musibah, pengabulan segala doa dan munajat, dan pula Curahkan kemuliaan Mu dengan kenikmatan dan kebahagiaan Dunia dan Akhirat bagi saudara saudara kami muslimin yang tertimpa musibah di Jogja dan seluruh belahan bumi muslimin, gantikan harta mereka dengan yang lebih indah di dunia dan akhirat, muliakan yang wafat dari mereka dengan mati syahid, dan kumpulkan arwah mereka bersama para syuhada di alam barzakh, amiin amiin..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande; font-style: italic;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Dan mudahkanlah perjuangan Majelis Rasulullah saw dan seluruh majelis taklim dan dzikir di muka bumi, selesaikan kesulitan dan hambatan kami, maafkan seluruh dosa pendukung kami, dan curahkan shalawat sebanyak banyaknya dan semulia-mulianya kepada Imam kami dan Idola kami Sayyidina Muhammad saw serta keluarga dan sahabatnya, muliakan pula semua orang orang yang memuliakannya, walhamdulillahi ala dzalik..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8049491509343717029-2830278116417178094?l=terataisilvi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terataisilvi.blogspot.com/feeds/2830278116417178094/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8049491509343717029&amp;postID=2830278116417178094' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8049491509343717029/posts/default/2830278116417178094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8049491509343717029/posts/default/2830278116417178094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terataisilvi.blogspot.com/2007/07/gempa-bumi-gunung-meletus-banjir-wabah.html' title=''/><author><name>teratai_silvi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00365921315882198305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_BdY63NQsv9c/R52lJq5zKYI/AAAAAAAAAAM/2gpU_GXXu48/S220/Orange+cntk.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8049491509343717029.post-8012037160596516392</id><published>2007-07-17T13:16:00.000+07:00</published><updated>2007-07-17T13:18:08.260+07:00</updated><title type='text'>ayat ayat tasbih</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255); font-style: italic;"&gt;Mengenai ayat mutasyabih yg sebenarnya para Imam dan Muhadditsin selalu berusaha menghindari untuk membahasnya, namun justru sangat digandrungi oleh sebagian kelompok muslimin sesat masa kini, mereka selalu mencoba menusuk kepada jantung tauhid yang sedikit saja salah memahami maka akan terjatuh dalam jurang kemusyrikan, seperti membahas bahwa Allah ada dilangit, mempunyai tangan, wajah dll yang hanya membuat kerancuan dalam kesucian Tauhid ilahi pada benak muslimin, akan tetapi karena semaraknya masalah ini diangkat ke permukaan, maka perlu kita perjelas mengenai ayat-ayat dan hadits tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255); font-style: italic;"&gt;Sebagaimana makna Istiwa, yg sebagian kaum muslimin sesat sangat gemar membahasnya dan mengatakan bahwa Allah itu bersemayam di Arsy, dengan menafsirkan kalimat ”ISTIWA” dengan makna ”BERSEMAYAM atau ADA DI SUATU TEMPAT” , entah darimana pula mereka menemukan makna kalimat Istawa adalah semayam, padahal tak mungkin kita katakan bahwa Allah itu bersemayam disuatu tempat, karena bertentangan dengan ayat-ayat dan Nash hadits lain, bila kita mengatakan Allah ada di Arsy, maka dimana Allah sebelum Arsy itu ada?, dan berarti Allah membutuhkan ruang, berarti berwujud seperti makhluk, sedangkan dalam hadits qudsiy disebutkan Allah swt turun kelangit yg terendah saat sepertiga malam terakhir, sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Muslim hadits no.758, sedangkan kita memahami bahwa waktu di permukaan bumi terus bergilir,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255); font-style: italic;"&gt;maka bila disuatu tempat adalah tengah malam, maka waktu tengah malam itu tidak sirna, tapi terus berpindah ke arah barat dan terus ke yang lebih barat, tentulah berarti Allah itu selalu bergelantungan mengitari Bumi di langit yg terendah, maka semakin ranculah pemahaman ini, dan menunjukkan rapuhnya pemahaman mereka, jelaslah bahwa hujjah yg mengatakan Allah ada di Arsy telah bertentangan dengan hadits qudsiy diatas, yg berarti Allah itu tetap di langit yg terendah dan tak pernah kembali ke Arsy, sedangkan ayat itu mengatakan bahwa Allah ada di Arsy, dan hadits Qudsiy mengatakan Allah dilangit yg terendah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255); font-style: italic;"&gt;Berkata Al hafidh Almuhaddits Al Imam Malik rahimahullah ketika datang seseorang yg bertanya makna ayat : ”Arrahmaanu ’alal Arsyistawa”, Imam Malik menjawab : ”Majhul, Ma’qul, Imaan bihi wajib, wa su’al ’anhu bid’ah (tdk diketahui maknanya, dan tidak boleh mengatakannya mustahil, percaya akannya wajib, bertanya tentang ini adalah Bid’ah Munkarah), dan kulihat engkau ini orang jahat, keluarkan dia..!”, demikian ucapan Imam Malik pada penanya ini, hingga ia mengatakannya : ”kulihat engkau ini orang jahat”, lalu mengusirnya, tentunya seorang Imam Mulia yg menjadi Muhaddits Tertinggi di Madinah Almunawwarah di masanya yg beliau itu Guru Imam Syafii ini tak sembarang mengatakan ucapan seperti itu, kecuali menjadi dalil bagi kita bahwa hanya orang orang yg tidak baik yg mempermasalahkan masalah ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255); font-style: italic;"&gt;Lalu bagaimana dengan firman Nya : ”Mereka yg berbai’at padamu sungguh mereka telah berbai’at pada Allah, Tangan Allah diatas tangan mereka” (QS Al Fath 10), dan disaat Bai’at itu tak pernah teriwayatkan bahwa ada tangan turun dari langit yg turut berbai’at pada sahabat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255); font-style: italic;"&gt;Juga sebagaimana hadits qudsiy yg mana Allah berfirman : ”Barangsiapa memusuhi waliku sungguh kuumumkan perang kepadanya, tiadalah hamba Ku mendekat kepada Ku dengan hal hal yg fardhu, dan Hamba Ku terus mendekat kepada Ku dengan hal hal yg sunnah baginya hingga Aku mencintainya, bila Aku mencintainya maka aku menjadi telinganya yg ia gunakan untuk mendengar, dan matanya yg ia gunakan untuk melihat, dan menjadi tangannya yg ia gunakan untuk memerangi, dan kakinya yg ia gunakan untuk melangkah, bila ia meminta pada Ku niscaya kuberi permintaannya....” (shahih Bukhari hadits no.6137), Maka hadits Qudsiy diatas tentunya jelas jelas menunjukkan bahwa pendengaran, penglihatan, dan panca indera lainnya, bagi mereka yg taat pada Allah akan dilimpahi cahaya kemegahan Allah, pertolongan Allah, kekuatan Allah, keberkahan Allah, dan sungguh maknanya bukanlah berarti Allah menjadi telinga, mata, tangan dan kakinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255); font-style: italic;"&gt;Masalah ayat/hadist tasybih (tangan/wajah) dalam ilmu tauhid terdapat dua pendapat dalam menafsirkannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255); font-style: italic;"&gt;1.Pendapat Tafwidh ma’a tanzih&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255); font-style: italic;"&gt;1. Madzhab tafwidh ma’a tanzih yaitu mengambil dhahir lafadz dan menyerahkan maknanya kpd Allah swt, dg i’tiqad tanzih (mensucikan Allah dari segala penyerupaan). Ditanyakan kepada Imam Ahmad bin Hanbal masalah hadist sifat, ia berkata ”Nu;minu biha wa nushoddiq biha bilaa kaif wala makna”, (Kita percaya dg hal itu, dan membenarkannya tanpa menanyakannya bagaimana, dan tanpa makna) Madzhab inilah yg juga di pegang oleh Imam Abu hanifah. dan kini muncullah faham mujjassimah yaitu dhohirnya memegang madzhab tafwidh tapi menyerupakan Allah dg mahluk, bukan seperti para imam yg memegang madzhab tafwidh.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255); font-style: italic;"&gt;2.Pendapat Ta’wil&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255); font-style: italic;"&gt;Madzhab takwil yaitu menakwilkan ayat/hadist tasybih sesuai dg keesaan dan keagungan Allah swt, dan madzhab ini arjah (lebih baik untuk diikuti) karena terdapat penjelasan dan menghilangkan awhaam (khayalan dan syak wasangka) pada muslimin umumnya, sebagaimana Imam Syafii, Imam Bukhari,Imam Nawawi dll. (syarah Jauharat Attauhid oleh Imam Baajuri). Pendapat ini juga terdapat dalam Al Qur’an dan sunnah, juga banyak dipakai oleh para sahabat, tabiin dan imam imam ahlussunnah waljamaah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255); font-style: italic;"&gt;seperti ayat :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255); font-style: italic;"&gt;”Nasuullaha fanasiahum” (mereka melupakan Allah maka Allah pun lupa dengan mereka) (QS Attaubah:67), dan ayat : ”Innaa nasiinaakum”. (sungguh kami telah lupa pada kalian QS Assajdah 14).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255); font-style: italic;"&gt;Dengan ayat ini kita tidak bisa menyifatkan sifat lupa kepada Allah walaupun tercantum dalam Alqur’an, dan kita tidak boleh mengatakan Allah punya sifat lupa, tapi berbeda dg sifat lupa pada diri makhluk, karena Allah berfirman : ”dan tiadalah tuhanmu itu lupa” (QS Maryam 64)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255); font-style: italic;"&gt;Dan juga diriwayatkan dalam hadtist Qudsiy bahwa Allah swt berfirman : ”Wahai Keturunan Adam, Aku sakit dan kau tak menjenguk Ku, maka berkatalah keturunan Adam : Wahai Allah, bagaimana aku menjenguk Mu sedangkan Engkau Rabbul ’Alamin?, maka Allah menjawab : Bukankah kau tahu hamba Ku fulan sakit dan kau tak mau menjenguknya?, tahukah engkau bila kau menjenguknya maka akan kau temui Aku disisinya?” (Shahih Muslim hadits no.2569) apakah kita bisa mensifatkan sakit kepada Allah tapi tidak seperti sakitnya kita?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255); font-style: italic;"&gt;Berkata Imam Nawawi berkenaan hadits Qudsiy diatas dalam kitabnya yaitu Syarah Annawawiy alaa Shahih Muslim bahwa yg dimaksud sakit pada Allah adalah hamba Nya, dan kemuliaan serta kedekatan Nya pada hamba Nya itu, ”wa ma’na wajadtaniy indahu ya’niy wajadta tsawaabii wa karoomatii indahu” dan makna ucapan : akan kau temui aku disisinya adalah akan kau temui pahalaku dan kedermawanan Ku dengan menjenguknya (Syarh Nawawi ala shahih Muslim Juz 16 hal 125)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: lucida grande;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(102, 255, 255); font-style: italic;"&gt;Dan banyak pula para sahabat, tabiin, dan para Imam ahlussunnah waljamaah yg berpegang pada pendapat Ta’wil, seperti Imam Ibn Abbas, Imam Malik, Imam Bukhari, Imam Tirmidziy, Imam Abul Hasan Al Asy’ariy, Imam Ibnul Jauziy dll (lihat Daf’ussyubhat Attasybiih oleh Imam Ibn Jauziy). Maka jelaslah bahwa akal tak akan mampu memecahkan rahasia keberadaan Allah swt, sebagaimana firman Nya : ”Maha Suci Tuhan Mu Tuhan Yang Maha Memiliki Kemegahan dari apa apa yg mereka sifatkan, maka salam sejahtera lah bagi para Rasul, dan segala puji atas tuhan sekalian alam” . (QS Asshaffat 180-182).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8049491509343717029-8012037160596516392?l=terataisilvi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terataisilvi.blogspot.com/feeds/8012037160596516392/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8049491509343717029&amp;postID=8012037160596516392' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8049491509343717029/posts/default/8012037160596516392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8049491509343717029/posts/default/8012037160596516392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terataisilvi.blogspot.com/2007/07/ayat-ayat-tasbih.html' title='ayat ayat tasbih'/><author><name>teratai_silvi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00365921315882198305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_BdY63NQsv9c/R52lJq5zKYI/AAAAAAAAAAM/2gpU_GXXu48/S220/Orange+cntk.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8049491509343717029.post-2521425641756845345</id><published>2007-07-16T10:37:00.000+07:00</published><updated>2007-07-16T10:44:04.790+07:00</updated><title type='text'>"pelajaran tentang jodoh"</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: lucida grande; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Andri telah beranjak dewasa. Sudah saatnya ia mencari gadis  yang baik untuk dijadikan istri. Tapi sampai saat ini, ia belum juga berhasil.  Bukan suatu hal yang aneh. Ia memang terlalu mempertimbangkan bibit-bebet-bobot  calon istrinya. Maka, saat musim panas mulai bertiup, Andri melakukan perjalanan  ke Yogya. Di tengah perjalanan, Andri memutuskan untuk beristirahat di sebuah  rumah penginapan yang berada di Sekitar Malioboro. Kebetulan ia bertemu dengan  teman sekolahnya dulu. Maka Andri tak segan untuk menceritakan maksud  perjalanannya itu. Seperti gayung bersambut, temannya menyarankan Andri untuk  mencoba melamar anak gadis keluarga Surya. Menurut temannya itu, keluarga Surya  adalah keluarga yang status sosial ekonominya sederajat dengan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: lucida grande; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Andri. Lagipula, gadis itu sangat cantik dan   terpelajar.  Andri girang bukan main.   Sebelum berpisah, teman Andri berjanji untuk  mempertemukannya  dengan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: lucida grande; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; 'Pak Comblang' dari keluarga Surya, esok  pagi. Pak Comblang inilah yang akan meneruskan data pribadi Andri kepada gadis  tersebut. Bila keluarga itu berkenan menerimanya, maka Andri akan segera  berkenalan, sebelum lamaran resmi atau khitbah diajukan. Kegembiraan yang  meluap-luap memenuhi rongga dada Andri. Dibentangkannya sajadah, lalu ia mulai sholat istikhoroh. Baru kali ini Andri     merasa melakukannya dengan sepenuh hati, dengan kepasrahan yang murni... Ah...     Tak terasa air mata Andri berjatuhan. Diam-diam menyelinap     suatu penyesalan. Mengapa ia baru bisa khusyu'      dan dapat merasakan ikatan yang erat  dengan Allah,   ketika ada masalah berat dan serius  yang harus ia hadapi?  .....&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: lucida grande; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Waktu subuh belum lama berlalu, namun Andri telah bersiap untuk  pergi menemui Pak Comblang. Makin cepat makin baik, pikirnya... Di bawah sinar  bulan sabit yang kepucatan, Andri bergegas menuju tempat itu. Fajar belum juga  merekah ketika Andri sampai di tempat yang dijanjikan. Sepi sekali... Nyanyian  jangkrik perlahan menghilang. Andri benar-benar sendirian. Di tengah kegamangan  hatinya, Andri mencoba mengitari bangunan itu. Seperti sebuah musholla kecil.  Cahaya lilin yang memantul di sela-sela kaca jendela, membangkitkan rasa ingin  tahunya. Andri berjingkat ke arah jendela. Ditempelkan matanya ke celah-celah...  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: lucida grande; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Hei, masuklah!" "Jangan mengintip seperti itu!" Andri  tersentak. Rasa malu, kaget dan takut berbaur menjadi satu. "Ayo, masuklah.  Jangan takut!" Suaranya lebih lembut namun tetap berwibawa. Andri ragu-ragu.  Tetapi rasa ingin tahu sedemikian menyerbunya. Akhirnya ia memberanikan diri  melangkah ke dalam. "Kemarilah!" ajaknya tanpa melihat muka Andri. Andri  memperhatikan dengan penuh seksama. Laki-laki itu belum terlalu tua, tapi  wajahnya memancarkan kebaikan yang seolah-olah bersumber dari seluruh aliran  darahnya. Bijak, arif, lembut namun tegas. Tentulah ia pengemban amanah yang  luar biasa, pikir Andri. Laki-laki itu duduk di atas permadani sambil membaca  sebuah buku. Lalu ia berkata perlahan : "Belum saatnya Andri .... Belum  saatnya." Andri menatap wajahnya dengan penuh kebingungan. Lalu laki-laki itu  kembali melanjutkan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: lucida grande; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kali ini ditatapnya Andri dengan ketajaman jiwa. "Kau tahu?  Semenjak seseorang ada dalam kandungan ibunya, Allah Ta'ala telah menetapkan 3  hal untuknya. Kau sudah tahu bukan! Salah satu di antaranya adalah jodohnya..  pasangan hidupnya... Hmmmm..... seperti benang sutera." "Ya, seperti benang  sutera yang diikatkan di antara mereka berdua. Kepada kaki laki-laki atau bayi  perempuan yang lahir dan ditakdirkan berjodohan satu dengan yang lainnya. Begitu  simpul diikatkan, maka tak ada suatu hal pun yang dapat memisahkan mereka."  "Salah seorang diantara mereka mungkin saja berasal dari keluarga yang miskin,  sedang yang lainnya dari keluarga yang kaya. Atau mereka terpisah bermil-mil  jaraknya, bahkan mungkin ada yang berasal dari dua keluarga yang saling  bermusuhan. Tapi pada akhirnya, bila saatnya telah tiba, mereka akan menjadi  suami istri. Tak ada suatu hal pun yang dapat mengubah takdir itu." Laki-laki  itu terdiam sesaat. Andri kini sudah sepenuhnya duduk terpekur di hadapannya.  Kalimat demi kalimat disimaknya dengan seksama. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: lucida grande; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Jodoh adalah masalah yang paling ajaib dan paling gaib. Suatu  rahasia kehidupan yang tak akan pernah tuntas untuk dimengerti... Bayangkan...  Dua anak yang berbeda, tumbuh di lingkungannya masing-masing. Sebagian besar  mungkin tidak menyadari kehadiran satu dengan lainnya. Tapi bila saatnya tiba,  mereka akan bertemu dan mengekalkan ikatannya dalam tali pernikahan." "Kalau ada  wanita atau laki-laki lain yang muncul di antara keduanya, ia akan terjatuh. Ia  tak akan mampu melewati bentangan tali sutera yang telah diikatkan pada  mereka.... Ah, kau pasti pernah melihat orang yang patah hati bukan? Hhhhh,  sebagian orang yang bodoh dan tak kuat menahan cobaan, memilih mati daripada  patah hati. Bukan takdir yang memilihnya untuk bunuh diri... Itu pilihannya  sendiri, ia cuma tak sabar menanti saat pertemuan itu datang."  "Ketahuilah,Andri... Masalah jodoh adalah rahasia Allah... Kau harus dapat  berdamai dengan takdirmu." &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: lucida grande; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Bagaimana dengan aku!" sela Andri. "Apakah aku akan berhasil  menikah dengan anak gadis dari keluarga Surya? Apakah ia takdirku?" tanyanya tak  sabaran. Laki-laki itu tersenyum. "Belum saatnya Andri... Belum saatnya! Suatu  saat nanti, kau akan menikah dengan seorang gadis shalihat, cantik dan pintar.  Pun dari keluarga yang terhormat. Kelak, setelah menikah, kalian akan mempunyai  anak laki-laki. Dan anakmu akan menjadi pedagang yang terpelajar. Ia dermakan  kekayaannya untuk agama Allah. la juga akan menjadi anak yang senantiasa  memelihara kedua orang tuanya, meskipun kalian sudah tua renta nanti... Hal ini  tak lepas dari peranan ibunya dalam mendidik anak itu." "Tapi itu nanti. Bila  calon istrimu telah mencapai usia 17 tahun. Sayangnya, saat ini dia masih  berumur 7 tahun." "Hah!" Andri kebingungan. "Jadi saya harus membujang selama 10  tahun??!" Andri menatap tak percaya. Ia berharap semua hanya kemungkinan karena  ia salah dengar saja. Andri mencari kesungguhan di sana... Tapi semua sia-sia...  Air muka laki-laki itu tak berubah sedikit pun. Dan Andri menyadari semua adalah  kebenaran. "Kalau begitu, di mana dia sekarang? Dimana saya dapat menemui calon  istri saya? Tolonglah?!" Andri memohon padanya. "Oh, gadis itu tinggal dengan  wanita penjual sayur. Tak jauh dari sini. Setiap pagi, wanita itu datang ke  pasar dan menjajakan sayurannya di sebelah kios ikan." &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: lucida grande; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kukuruyukkkkk....!! Suara nyaring ayam jantan memecah  keheningan... Andri tersentak. Kukuruyukkkkk....!! Kokok nyaring ayam jantan  membangunkan Andri dari tidurnya. Ah.. rupa-rupanya ia tertidur di atas  sajadah... Alhamdulillah, waktu subuh belum habis. Andri bersegera mengambil  wudhu... Sehabis sholat subuh, Andri kembali teringat mimpinya. Seolah semua  menjadi teka-teki. Andri belum tahu apakah harus menganggapnya sebagai jawaban  atas sholat istikhorohnya atau tidak. Untuk mcnyingkap tabir mimpi itu, cuma ada  satu cara yang bisa dilakukannya : mencari gadis kecil yang katanya calon  istrinya itu! Lalu Andri pun bergegas ke pasar terdekat. Sepanjang jalan ia  berdoa dan berjanji. Berdoa agar calon istrinya memang benar-benar baik bibit,  bebet dan bobotnya. Sebagaimana telah diisyaratkan dalam mimpi. Dan ia berjanji  untuk menerima takdirnya dan berusaha menjadi muslim yang baik. Lebih baik dari  kualitasnya sekarang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: lucida grande; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Fajar telah lama merekah saat Andri tiba di sana. Orang-orang  mulai melakukan kegiatannya. Pembeli mulai berdatangan. Ramai... Namun belum  seramai satu jam yang akan datang. Maka Andri lebih leluasa untuk mengamati  sekitarnya. Matanya berkeliling mengitari pasar, lalu tertumbuk pada sosok kecil  di samping kios ikan. Wanita itu tua, kotor, lusuh. Kumal. Rambutnya telah  keabu-abuan. Dengan sebelah mata tertutup lapisan katarak, ia duduk di selembar  alas sambil menggendong bocah kecil di dadanya. "Oh, tidak!! Bagaimana mungkin?!  Ini pasti kekeliruan!" Andri menatap kembali bocah terlantar yang kurus kering  itu. Hatinya hancur... Ah, mimpi semalam benar-benar hanya bunga tidur. Andri  kembali ke penginapannya dengan hati lesu. Kali ini bukan saja ia kecewa karena  calon istrinya ternyata hanya seorang bocah gelandangan, tapi juga karena 'Pak  Comblang' dari keluarga Surya tidak datang pada pertemuan yang ia janjikan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: lucida grande; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tanpa suatu penjelasan apapun. "Ah... sudah jatuh dari tangga,  tertimpa genteng pula! Saya adalah seorang yang terpelajar... sudah selayaknya  saya mendapatkan seorang gadis dari keluarga terhormat!" Semakin lama Andri  memikirkan hal tersebut, semakin jijik ia membayangkan kemungkinan menikahi  bocah kumal itu. Benar-benar menggelikan. Andri khawatir hal tersebut  benar-benar akan terjadi. Dan ia tidak dapat tidur semalaman... &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: lucida grande; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Keesokan harinya... Andri pergi ke pasar bersama dengan pelayan  setianya. Andri menjanjikan imbalan yang sangat besar apabila ia berhasil  membunuh bocah kumal itu. Andri dan pelayannya berdiri di belakang pembeli.  Begitu kesempatan datang, pelayan Andri menikamkan pisaunya ke arah si anak,  lalu mereka kabur. Bocah kecil itu menangis dan wanita buta yang menggendongnya  berteriak-teriak : "Pembunuh! Pembunuh!" Kegemparan pun segera menyebar ke  seluruh penjuru pasar... &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: lucida grande; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sementara itu, Andri dan pelayannya telah lenyap dari tempat  kejadian. "Kau berhasil membunuh dia?" tanya Andri terengah-engah. "Tidak,"  jawab pelayannya. "Begitu saya menghunjamkan pisau ke arahnya, anak itu berbalik  secara tiba-tiba. Saya rasa saya hanya melukai mukanya, dekat alisnya." Andri  segera meninggalkan penginapan. Kejadian itu dengan segera terlupakan oleh  masyarakat sekitar. Ia kemudian pergi ke arah Barat menuju ibukota. Karena  kecewa dengan kegagalan pernikahannya, Andri memutuskan untuk berhenti  memikirkan perkawinan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: lucida grande; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tiga tahun kemudian Andri dijodohkan dengan gadis yang  mempunyai reputasi baik yang berasal dari keluarga Hartono. Sebuah keluarga yang  cukup terkenal di masyarakat sekitar.. Anak gadisnya terpelajar dan sangat  cantik. Semua orang memberi selamat pada Andri. Persiapan pernikahan tengah  dilangsungkan, ketika suatu pagi Andri menerima berita yang menyakitkan. Calon  istrinya melarikan diri dengan laki-laki yang dicintainya. Mereka berdua telah  menikah di kota lain. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: lucida grande; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selama dua tahun Andri berhenti memikirkan pernikahan. Saat itu  ia berusia dua puluh delapan tahun. Ia berubah pikiran tentang mencari pasangan  dari masyarakat yang sekelas dengannya; seorang gadis kota terpelajar. Maka  Andri pergi ke pedesaan, mencari suasana baru. Di desa, Andri menghabiskan waktu  dengan mempelajari buku-buku. Suatu hari ia membawa bukunya ke sungai di dekat  ladang, agar lebih nyaman membacanya. Tanpa sengaja ia melihat gadis desa yang  sedang memanen kentang. Andri jatuh hati padanya dan bersegera menemui orang tua  gadis itu. Gayung bersambut, gadis itu menerima lamarannya. Maka Andri bergegas  ke kota untuk membeli perhiasan dan baju sutera serta segala persiapan  pernikahan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: lucida grande; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selama beberapa hari, Andri berkeliling mengunjungi  saudara-saudaranya untuk mengabarkan berita gembira itu. Seminggu kemudian ia  kembali ke desa. Tapi yang ditemuinya hanya kabar buruk tentang sakitnya sang  calon. Andri bersedia menunggu sampai ia sembuh. Sampai setahun hampir berlalu,  penyakit calon istrinya malah semakin parah. Gadis itu kehilangan seluruh  rambutnya dan menjadi buta. Ia menolak menikahi Andri dan berpesan pada orang  tuanya untuk meminta Andri melupakan dia. Ia mohon agar Andri mencari gadis lain  yang layak untuk dijadikan istri. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: lucida grande; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tahun demi tahun berlalu, sampai akhirnya Andri mendapatkan  calon yang sempurna. Bukan saja ia cantik dan masih muda, tapi juga pencinta  buku dan seni. Tak ada rintangan, khitbah pun segera dilangsungkan. Namun malang  tak dapat ditolak... tiga hari sebelum pernikahan, gadis itu terjatuh dari  tangga dan mati. Sepertinya nasib mengolok-olokkan Andri. Andri menjadi fatalis.  Ia tidak lagi peduli pada wanita, ia hanya bekerja dan bekerja. Sekarang ia  bekerja di kantor pemerintahan di Yogya. Mengabdikan diri pada tugas dan sama  sekali berhenti memikirkan pernikahan. Tapi ia bekerja dengan sangat baik,  sehingga atasannya, Hakim Sulaiman, terkesan pada dedikasi dan kesungguhannya...  hingga mengusulkan Andri untuk menikahi keponakannya. Pembicaraan itu sangat  menyakitkan Andri. "Mengapa Tuan mau menikahkan keponakan Tuan pada saya! Saya  terlalu tua untuk menikah." Pejabat itu menasehati Andri tentang keburukan  membujang. Lagipula menikah adalah sunnah Rasulullah. Maka Andri menyetujuinya,  meskipun ia sama sekali tidak antusias... &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: lucida grande; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Andri benar-benar tidak melihat istrinya sampai pernikahan  benar-benar selesai dilangsungkan. Istrinya ternyata masih muda, Andri lega  melihatnya. Tingkah lakunya sangat baik dan Andri harus mengakui bahwa ia adalah  istri yang sangat baik. Taat, sholihat dan selalu menyenangkan. Sama sekali  tidak ada alasan untuk tidak menyukainya. Bila di rumah, istrinya selalu menata  rambut dengan cara yang khas, sehingga menutupi pelipis kanannya. Menurut Andri,  dengan tata rambut seperti itu istrinya kelihatan sangat cantik, tetapi ia agak  heran juga... &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: lucida grande; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tak kurang dari satu bulan, Andri telah benar-benar jatuh cinta  kepadanya. Suatu saat ia bertanya, "Mengapa dinda tidak mengganti gaya rambut  sekali-kali? Maksudku, mengapa dinda selalu menyisirnya ke satu arah?" Istri  Andri menyibakkan rambutnya dan berkata, "Lihatlah!" Ia menunjuk ke luka di  pelipis kanannya. "Bagaimana bisa begitu?" tanya Andri lagi Sang istri menjawab,  "Aku mendapatkannya saat berumur tujuh tahun. Ayahku meninggal di kantornya,  sedangkan ibu dan abangku meninggal dunia pada tahun yang sama. Kemudian aku  dirawat oleh ibu susuku. Kami mempunyai rumah di dekat Gerbang Selatan Yogya,  dekat kantor ayahku. Suatu hari, seorang pencuri tanpa alasan apa pun, mencoba  membunuhku. Kami sama sekali tidak mengerti, kami tidak pernah punya musuh.  Untung ia tidak berhasil membuatku mati, tapi ia meninggalkan luka di kepala  sebelah kananku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: lucida grande; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;                                                                          Karena itulah aku selalu menutupinya   darimu." "Apakah ibu susumu  hampir buta?" "Ya. Kok tahu?"   "Akulah pencuri itu.  Ah,     tapi bagaimana mungkin! Semua begitu  aneh... Semua terjadi    begitu saja, seperti ada yang telah mentakdirkan."  Andri kemudian menceritakan    semuanya. Bermula dari mimpinya setelah ia  sholat  istikhoroh,     sekitar sepuluh tahun yang lalu.  Istrinya juga bercerita, ketika    ia berusia sembilan atau sepuluh  tahun, pamannya menemukan ia    di Sung-Cheng dan mengambilnya untuk tinggal  bersama keluarganya di  Shiang-Chow.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: lucida grande; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Akhirnya mereka menyadari bahwa pernikahan mereka adalah sebuah  takdir yang telah digariskan Allah Ta'ala. Andri menangis. Ia malu pada  Penciptanya. Malu pada kesombongannya untuk menentang takdir... ...dan pada saat  itulah, Andri menyerahkan segala urusannya kepada Allah. Tapi kenapa ketika ia  mendapatkan petunjuk, ia malah mengingkarinya ? Saat itu juga, Andri melakukan  sholat taubat. Untuk menjadi mukmin yang baik. Begitulah, kasih sayang di antara  mereka kian tumbuh subur... &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: lucida grande; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setahun kemudian lahirlah anak laki-laki. Istri Andri  mendidiknya dengan sangat baik. Setelah dewasa, ia menjadi seorang yang  terpelajar. Usahanya di bidang perdagangan maju pesat. Ia sangat penyantun dan  terkenal akan kedermawanannya. Ketika sang anak menjadi Gubernur, Andri telah  lanjut usia. Anak dan istrinya tetap setia memelihara dan mencintainya. Di  tempat mereka pertama kali bertemu, empat belas tahun sebelum pernikahan, anak  Andri membangun tempat peristirahatan untuknya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: lucida grande; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Dan segala sesuatu kami jadikan berjodoh-jodohan, agar  sekalian kamu berpikir." (QS 51 : 49). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: lucida grande; font-style: italic; color: rgb(255, 255, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan  untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa  tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.  Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum  yang berpikir."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8049491509343717029-2521425641756845345?l=terataisilvi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terataisilvi.blogspot.com/feeds/2521425641756845345/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8049491509343717029&amp;postID=2521425641756845345' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8049491509343717029/posts/default/2521425641756845345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8049491509343717029/posts/default/2521425641756845345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terataisilvi.blogspot.com/2007/07/pelajaran-tentang-jodoh.html' title='&quot;pelajaran tentang jodoh&quot;'/><author><name>teratai_silvi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00365921315882198305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_BdY63NQsv9c/R52lJq5zKYI/AAAAAAAAAAM/2gpU_GXXu48/S220/Orange+cntk.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8049491509343717029.post-7489452339291598745</id><published>2007-07-16T10:26:00.000+07:00</published><updated>2007-07-16T10:28:01.707+07:00</updated><title type='text'>manusia yang di doakan oleh mahasiswa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt;Insya Allah berikut  inilah orang - orang yang    didoakan oleh para malaikat :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt;   1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt; Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga Malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci". (Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt;   2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt; Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt; mendoakannya 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia'" (Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Muslim no. 469)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt;   3. Orang - orang yang berada di shaf barisan depan di    dalam shalat berjamaah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt; Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan" &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt; (Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt;   4. Orang - orang yang menyambung shaf pada sholat    berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam    shaf).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt; Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang - orang yang menyambung shaf - shaf" (Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt;   5. Para malaikat mengucapkan 'Amin' ketika seorang    Imam selesai membaca Al Fatihah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt; Rasulullah SAW bersabda, "Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt; ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu". (Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 782)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt;   6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah    melakukan shalat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt; Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat akan selalu bershalawat ( berdoa ) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt; melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, 'Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt;   7. Orang - orang yang melakukan shalat shubuh dan    'ashar secara berjama'ah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt; Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat 'ashar dan malaikat yang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt; ditugaskan pada siang hari (hingga shalat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'" (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt;   8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan    orang yang didoakan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt; Rasulullah SAW bersabda, "Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan'" (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda' ra., Shahih Muslim no. 2733)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt;   9. Orang - orang yang berinfak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt; Rasulullah SAW bersabda, "Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt; berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit'" (Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt;   10. Orang yang sedang makan sahur.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt; Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa ) kepada orang - orang yang sedang makan sahur" Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa "sunnah" (Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt;   oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat    Tarhiib I/519)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt;   11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt; Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt; kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh" (Imam Ahmad meriwayatkan dari 'Ali bin Abi Thalib ra., Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar,"Sanadnya shahih")&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt;   12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada    orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt; Rasulullah SAW bersabda, "Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain" (Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt;   -----&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt;   Sumber Tulisan Oleh : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt;   Syaikh Dr. Fadhl Ilahi (Orang -orang yang Didoakan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt;   Malaikat, Pustaka Ibnu Katsir,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);"&gt;   Bogor, Cetakan Pertama, Februari 2005&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                                          &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8049491509343717029-7489452339291598745?l=terataisilvi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terataisilvi.blogspot.com/feeds/7489452339291598745/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8049491509343717029&amp;postID=7489452339291598745' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8049491509343717029/posts/default/7489452339291598745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8049491509343717029/posts/default/7489452339291598745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terataisilvi.blogspot.com/2007/07/manusia-yang-di-doakan-oleh-mahasiswa.html' title='manusia yang di doakan oleh mahasiswa'/><author><name>teratai_silvi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00365921315882198305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_BdY63NQsv9c/R52lJq5zKYI/AAAAAAAAAAM/2gpU_GXXu48/S220/Orange+cntk.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8049491509343717029.post-1262997750963762297</id><published>2007-07-16T09:59:00.000+07:00</published><updated>2007-07-16T10:02:06.208+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jatuh cinta'/><title type='text'>bila aku jatuh cinta</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102); font-weight: bold;"&gt;Allahu Rabbi aku minta izin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102); font-weight: bold;"&gt;Bila suatu saat aku jatuh cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102); font-weight: bold;"&gt;Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102); font-weight: bold;"&gt;Hingga membuat lalai akan adanya Engkau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102); font-weight: bold;"&gt;Allahu Rabbi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102); font-weight: bold;"&gt;Aku punya pinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102); font-weight: bold;"&gt;Bila suatu saat aku jatuh cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102); font-weight: bold;"&gt;Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102); font-weight: bold;"&gt;Biar rasaku pada-Mu tetap utuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102); font-weight: bold;"&gt;Allahu Rabbi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102); font-weight: bold;"&gt;Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102); font-weight: bold;"&gt;Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102); font-weight: bold;"&gt;kasih-Mu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102); font-weight: bold;"&gt;dan membuatku semakin mengagumi-Mu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102); font-weight: bold;"&gt;Allahu Rabbi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102); font-weight: bold;"&gt;Bila suatu saat aku jatuh hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102); font-weight: bold;"&gt;Pertemukanlah kami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102); font-weight: bold;"&gt;Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102); font-weight: bold;"&gt;Allahu Rabbi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102); font-weight: bold;"&gt;Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102); font-weight: bold;"&gt;Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102); font-weight: bold;"&gt;Anugerahkanlah aku cinta-Mu...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102); font-weight: bold;"&gt;Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102); font-weight: bold;"&gt;Amin !&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8049491509343717029-1262997750963762297?l=terataisilvi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://terataisilvi.blogspot.com/feeds/1262997750963762297/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8049491509343717029&amp;postID=1262997750963762297' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8049491509343717029/posts/default/1262997750963762297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8049491509343717029/posts/default/1262997750963762297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://terataisilvi.blogspot.com/2007/07/bila-aku-jatuh-cinta.html' title='bila aku jatuh cinta'/><author><name>teratai_silvi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00365921315882198305</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='26' src='http://bp0.blogger.com/_BdY63NQsv9c/R52lJq5zKYI/AAAAAAAAAAM/2gpU_GXXu48/S220/Orange+cntk.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
